Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Indonesia Podcast Festival 2026 Resmi Gelar Roadshow di 5 Kota

Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026

MERAHPUTIH.COM - INDONESIA Podcast Festival (IPF) 2026 resmi hadir dengan konsep roadshow yang akan menyambangi sejumlah kota di Indonesia. Perjalanan festival siniar berskala nasional ini akan dimulai di Makassar pada 24–25 Oktober 2026, lalu berlanjut ke Medan, Banjarmasin, Surabaya, dan Jakarta.

IPF 2026 digagas Close The Door (CTD) bersama Double Group, lahir di tengah pertumbuhan industri podcast Indonesia yang semakin pesat. Festival ini tidak hanya menjadi ruang berkumpulnya para podcaster, tetapi juga membawa para kreator lebih dekat dengan pendengar di berbagai daerah yang selama ini menikmati konten mereka melalui layar dan perangkat audio.

"Indonesian Podcast Festival menjadi momen ketika dunia podcast selama ini hanya bisa didengar, akhirnya bisa dirasakan dan disaksikan secara langsung. Ini bukan sekadar festival, melainkan pertemuan nyata antara kreator dan pendengarnya," kata Deddy Corbuzier, Founder of Close The Door.

Pertumbuhan pendengar podcast di Indonesia menunjukkan potensi yang besar. Berdasarkan laporan We Are Social per Februari 2025, Indonesia tercatat sebagai negara dengan proporsi pendengar podcast terbesar secara global. Sebanyak 42,6 persen responden mengaku rutin mendengarkan podcast setiap minggu, jauh di atas rata-rata global yang berada di angka 22,1 persen dari pengguna internet berusia 16 tahun ke atas.

Baca juga:

Tren Video Podcast Buka Ruang Baru bagi Kreator Perempuan di Indonesia



Namun, besarnya jumlah pendengar tersebut belum sepenuhnya diikuti persebaran kreator yang merata. Aktivitas dan ekosistem podcast masih banyak terkonsentrasi di Jakarta. Kondisi inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan IPF 2026 membawa festival tersebut keluar dari Ibu Kota dan menyapa komunitas podcast di berbagai daerah.

Melalui penyelenggaraannya di sejumlah kota, IPF ingin membuka ruang yang lebih luas bagi kreator lokal untuk bertemu dengan podcaster nasional sekaligus memperkenalkan potensi daerah masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat membantu membangun ekosistem podcast yang lebih beragam dan pada saat yang sama memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi kreatif di daerah.

"Makassar dipilih sebagai kota pertama karena kami percaya ekosistem kreator dan pendengar podcast di Indonesia Timur sudah siap punya panggungnya sendiri. IPF merupakan langkah awal dari visi besar kami membangun IP festival podcast nasional berkelanjutan," kata Founder of Double Group dr Ichal Tawil.

Dengan mengusung format One Stage & Infinity Story, IPF 2026 mempertemukan podcaster nasional dengan local heroes dalam satu panggung selama dua hari. Format tersebut dirancang agar pengalaman menikmati podcast tidak lagi hanya berlangsung melalui ponsel atau layar, tetapi dapat dirasakan secara langsung oleh audiens.

Sejumlah program disiapkan untuk membuat interaksi antara kreator dan penonton terasa lebih dekat. Pengunjung dapat menyaksikan sesi talk show interaktif dua arah, mengikuti Blind Podcast yang menghadirkan tamu rahasia, hingga menikmati hiburan tambahan berupa stand-up comedy.

Pengalaman festival juga tidak berhenti di panggung utama. IPF 2026 menghadirkan berbagai aktivitas pendukung, seperti The POD-Booth, Silent Podcast Corner, Photo Box, Merchandise Drop eksklusif, serta Community Meetup yang menjadi ruang pertemuan antara kreator dan pendengar.

"Dari sisi strategi, IPF dirancang bukan hanya sebagai tontonan, tapi sebagai pengalaman utuh, mulai dari talk show interaktif, blind podcast, hingga aktivasi komunitas melibatkan UMKM dan kreator lokal Makassar," kata Founder of Top Coach Indonesia Coach Tom Mc Ifle.

Pada penyelenggaraan perdananya di Makassar, IPF 2026 akan menghadirkan enam podcaster nasional dan dua podcaster lokal. Perpaduan tersebut diharapkan menciptakan pengalaman yang berbeda bagi para penggemar podcast, terutama mereka yang selama ini hanya mengenal para kreator melalui suara dan konten digital.

Bagi pendengar, festival ini menjadi kesempatan untuk menyaksikan secara langsung sosok dan percakapan yang selama ini menemani mereka melalui earphone. Sementara itu, bagi kreator, IPF menjadi ruang untuk bertemu secara langsung dengan komunitas yang selama ini berada di balik angka pendengar dan penonton.

Di masa depan, IPF menargetkan festival ini dapat berkembang menjadi sebuah Intellectual Property (IP) yang berkelanjutan dan hadir secara konsisten di berbagai kota Indonesia. Selain mempertemukan talenta nasional dengan kreator lokal, festival ini diharapkan mampu memperluas ekosistem podcast sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan industri kreatif di setiap daerah yang disinggahinya.(Far)






Baca juga:

PODFEST 2024 Siap Digelar, Bertema Safari Biar Podcaster Bebas Berekspresi






Baca Artikel Asli