Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mencatat penguatan tajam pada penutupan Rabu (10/6) sore, mengabaikan rontoknya bursa saham utama kawasan Asia.
Apresiasi tinggi dari para pelaku pasar modal terhadap bauran kebijakan ekonomi nasional menjadi motor utama pembalikan arah jarum indeks.
Baca juga:
Rupiah dan IHSG Ambrol, Banggar DPR Minta Pemerintah Bercermin
"Rebound IHSG berlanjut antara lain didukung oleh koreksi harga minyak mentah dunia serta penguatan nilai tukar rupiah. Selain itu investor domestik mengapresiasi mulai adanya respons pemerintah menghadapi gejolak pasar modal Indonesia,"
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, Rabu (10/6).
Sinergi Danantara dan Sengatan Suku Bunga BI
Sentimen positif dalam negeri bersumber dari langkah taktis otoritas moneter serta kesepakatan lembaga keuangan negara. Pertemuan tingkat tinggi lintas instansi melahirkan rencana penyelamatan aset-aset negara lewat aksi korporasi terukur.
Pada saat bersamaan, Bank Indonesia mengambil langkah berani demi menstabilkan nilai tukar mata uang garuda di tengah ketidakpastian global. Berikut data penting penggerak pasar modal domestik hari ini:
-
Penutupan IHSG: Melesat 155,73 poin (2,71 persen) menuju level 5.902,38.
-
Performa Indeks LQ45: Naik 20,16 poin (3,54 persen) ke posisi 589,48.
-
Kebijakan Moneter BI: Menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,50 persen via RDG Mingguan.
-
Dampak Kurs Rupiah: Menguat 114,00 poin (0,63 persen) ke level Rp17.944 per dolar AS.
-
Rencana Aksi Korporasi: Pembahasan program buyback saham big caps BUMN oleh DPR RI, Danantara, Himbara, BPJS, serta asuransi BUMN.
Sektor Transportasi Memimpin, Bursa Asia Merana
Aksi borong saham melanda seluruh sektor industri tanpa terkecuali. Penguatan dipimpin oleh sektor transportasi dan logistik sebesar 4,43 persen, disusul sektor teknologi sebesar 3,57 persen, serta sektor properti sebesar 3,17 persen. Saham BABY, KBLV, FOLK, ASLI, dan LCKM muncul sebagai pencetak keuntungan terbesar perdagangan hari ini.
Baca juga:
Rupiah Tembus Rp 18.176 dan IHSG Ambles 4%, Komisi XI DPR Ingatkan Efek Domino
Kondisi sebaliknya menimpa bursa saham regional Asia akibat eskalasi militer Amerika Serikat versus Iran di kawasan Teluk. Lonjakan tensi geopolitik ini menekan indeks utama luar negeri menjadi zona merah:
-
Indeks Nikkei Jepang: Melemah 1,66 persen menuju 64.330,00.
-
Indeks Strait Times Singapura: Melemah 1,28 persen menuju 4.958,85.
-
Indeks Hang Seng Hong Kong: Melemah 0,64 persen menuju 24.407,96.
-
Indeks Shanghai China: Melemah 0,42 persen menuju 3.993,23.
Transaksi perdagangan di Jakarta sendiri berlangsung sangat aktif mencapai Rp31,72 triliun dengan volume 46,67 miliar lembar saham. Sebanyak 571 saham mencatat kenaikan harga, berbanding 148 saham mengalami penurunan nilai.