Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IHSG Terbang Tinggi 2,71 Persen Pada Penutupan Perdagangan Rabu (10/6), Ini 4 Saham Paling Cuan

Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026

Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mencatat penguatan tajam pada penutupan Rabu (10/6) sore, mengabaikan rontoknya bursa saham utama kawasan Asia.

Apresiasi tinggi dari para pelaku pasar modal terhadap bauran kebijakan ekonomi nasional menjadi motor utama pembalikan arah jarum indeks.

Baca juga:

Rupiah dan IHSG Ambrol, Banggar DPR Minta Pemerintah Bercermin

"Rebound IHSG berlanjut antara lain didukung oleh koreksi harga minyak mentah dunia serta penguatan nilai tukar rupiah. Selain itu investor domestik mengapresiasi mulai adanya respons pemerintah menghadapi gejolak pasar modal Indonesia,"

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, Rabu (10/6).

Sinergi Danantara dan Sengatan Suku Bunga BI

Sentimen positif dalam negeri bersumber dari langkah taktis otoritas moneter serta kesepakatan lembaga keuangan negara. Pertemuan tingkat tinggi lintas instansi melahirkan rencana penyelamatan aset-aset negara lewat aksi korporasi terukur.

Pada saat bersamaan, Bank Indonesia mengambil langkah berani demi menstabilkan nilai tukar mata uang garuda di tengah ketidakpastian global. Berikut data penting penggerak pasar modal domestik hari ini:

Sektor Transportasi Memimpin, Bursa Asia Merana

Aksi borong saham melanda seluruh sektor industri tanpa terkecuali. Penguatan dipimpin oleh sektor transportasi dan logistik sebesar 4,43 persen, disusul sektor teknologi sebesar 3,57 persen, serta sektor properti sebesar 3,17 persen. Saham BABY, KBLV, FOLK, ASLI, dan LCKM muncul sebagai pencetak keuntungan terbesar perdagangan hari ini.

Baca juga:

Rupiah Tembus Rp 18.176 dan IHSG Ambles 4%, Komisi XI DPR Ingatkan Efek Domino

Kondisi sebaliknya menimpa bursa saham regional Asia akibat eskalasi militer Amerika Serikat versus Iran di kawasan Teluk. Lonjakan tensi geopolitik ini menekan indeks utama luar negeri menjadi zona merah:

Transaksi perdagangan di Jakarta sendiri berlangsung sangat aktif mencapai Rp31,72 triliun dengan volume 46,67 miliar lembar saham. Sebanyak 571 saham mencatat kenaikan harga, berbanding 148 saham mengalami penurunan nilai.

Baca Artikel Asli