Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Kamis (16/7) sore dengan apresiasi meyakinkan. Penguatan seluruh sektor industri mendorong indeks domestik bertahan kokoh zona hijau sepanjang hari transaksi.
Baca juga:
IHSG Hari Ini Berpotensi Mendatar, Investor Wajib Plototi Aturan Baru Bursa Efek Indonesia
IHSG mengakhiri sesi perdagangan dengan kenaikan sebesar 66,24 poin atau 1,10 persen menuju level 6.108,21. Sejalan dengan indeks utama, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turut merangkak naik sebesar 8,68 poin atau 1,45 persen menuju posisi 608,58.
Kenaikan indeks potensi dibatasi efek dari harga minyak dunia kembali bergejolak, dan saat ini sudah tembus di atas 80 dolar AS per barel dampak kembalinya tensi panas antara Amerika Serikat dengan Iran,
ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus.
Jurus Fiskal Pemerintah dan Sentimen Positif Domestik
Investor domestik merespons positif gerak cepat pemerintah mempersiapkan langkah mitigasi pasar guna meredam laju inflasi. Fokus utama kebijakan menyasar pada pengendalian harga komoditas pangan volatil serta menekan lonjakan biaya operasional sektor industri.
Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings juga mempertahankan peringkat kredit Indonesia, memberikan tambahan rasa percaya diri bagi pemegang modal lokal. Namun, lonjakan harga minyak mentah berisiko membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta memperlebar defisit anggaran.
“Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia tentunya kembali membebani APBN, sehingga dikhawatirkan akan melemparkan defisit fiskal,” tutur Nico.
Rangkuman Data Perdagangan Saham BEI Sore Ini
Aktivitas transaksi bursa saham domestik mencatatkan perputaran dana likuid cukup besar dengan detail operasional pasar sebagai berikut:
-
Frekuensi Transaksi Harian: Terjadi sebanyak 2.274.000 kali transaksi perdagangan saham.
-
Volume Saham Beredar: Sebanyak 26,59 miliar lembar saham berpindah tangan antar-investor.
-
Nilai Transaksi Harian: Total perputaran dana pasar modal menyentuh angka Rp13,33 triliun.
-
Perbandingan Saham: Sebanyak 385 saham mengalami kenaikan harga, 254 saham turun, dan 326 saham stagnan.
-
Sektor Pemimpin Kenaikan: Sektor teknologi memimpin penguatan sebesar 1,94 persen, diikuti sektor barang baku sebesar 1,57 persen, serta sektor properti naik sebesar 1,31 persen.
-
Saham Top Gainers: KBLV, CTTH, RONY, AGAR, dan MLPT mencatatkan lompatan harga tertinggi.
-
Saham Top Losers: BAPA, DATA, ATAP, LUCY, dan GDST mengalami koreksi terdalam.
Sentimen Global Timur Tengah dan Pertumbuhan China
Pelaku pasar global terus mengamati perkembangan serangan tambahan militer Amerika Serikat terhadap sasaran militer kelompok terafiliasi Iran.
Eskalasi konflik tersebut memicu kekhawatiran baru seputar potensi inflasi lanjutan serta arah kebijakan suku bunga global.
Meskipun demikian, pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kesediaan Teheran bernegosiasi sedikit meredakan kepanikan pelaku pasar.
Baca juga:
Sentimen negatif lain datang dari rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) China menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi secara signifikan.
Pertumbuhan ekonomi China berada di bawah target resmi pemerintah sebesar 4,5 hingga 5 persen untuk periode tahun 2026. Kondisi ini turut menekan performa bursa saham regional Asia, seperti indeks Nikkei Tokyo melemah 2,63 persen dan Straits Times Singapura turun 0,37 persen.