Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Tekno

Ponsel Diduga Disadap? Jangan Panik, Ikuti 7 Langkah Pertama untuk Melindungi Data Pribadi

Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 39 menit lalu

MerahPutih.com - Ponsel atau smartphone kini menjadi tempat penyimpanan berbagai informasi penting, mulai dari dokumen pribadi, percakapan, foto, hingga akses ke rekening perbankan. Kondisi ini membuat perangkat digital menjadi salah satu sasaran potensial penyadapan dan akses ilegal oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Ketika muncul dugaan ponsel disadap, pengguna perlu segera mengambil langkah pengamanan. Jangan terburu-buru panik, tetapi jangan pula mengabaikan tanda-tanda yang mencurigakan.

Tindakan awal yang tepat dapat membantu membatasi akses pihak lain terhadap perangkat sekaligus mengurangi risiko kebocoran informasi pribadi.

Lantas, apa yang harus dilakukan pertama kali ketika smartphone diduga disadap? Berikut tujuh langkah yang bisa dilakukan untuk mengamankan perangkat dan akun digital.

1. Putuskan Koneksi Internet Sementara

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memutus koneksi internet pada ponsel yang dicurigai telah disusupi.

Pengguna bisa mengaktifkan mode pesawat atau mematikan koneksi Wi-Fi dan data seluler. Tujuannya untuk membatasi kemungkinan perangkat lunak berbahaya mengirimkan informasi dari ponsel ke pihak lain melalui jaringan internet.

Namun, perlu diketahui bahwa memutus koneksi internet tidak otomatis menghapus spyware atau perangkat lunak berbahaya lainnya. Langkah ini hanya menjadi tindakan awal untuk membatasi komunikasi perangkat dengan jaringan luar.

Baca juga:

7 Tanda Ponsel Kamu Disadap, Coba Cek Deh

2. Hindari Mengakses Akun Penting dari HP yang Diduga Disadap

Konten

Setelah memutus koneksi, hindari menggunakan perangkat yang dicurigai untuk masuk ke akun penting, seperti email, media sosial, layanan perbankan, dan dompet digital.

Pasalnya, beberapa jenis malware dapat merekam informasi yang diketik pengguna, termasuk nama akun, kata sandi, hingga data sensitif lainnya.

Untuk sementara, gunakan perangkat lain yang dipastikan aman ketika mengakses akun digital. Cara ini dapat membantu mengurangi risiko pencurian informasi selama perangkat yang dicurigai masih dalam pemeriksaan.

3. Segera Ganti Kata Sandi Menggunakan Perangkat Lain

Jika terdapat indikasi akun telah diakses pihak lain, segera ganti kata sandi menggunakan perangkat berbeda yang aman.

Prioritaskan akun email utama karena layanan tersebut sering menjadi pintu masuk untuk memulihkan akses ke berbagai akun digital lainnya.

Setelah itu, lanjutkan dengan mengganti kata sandi akun media sosial, layanan perbankan, penyimpanan cloud, dan aplikasi penting lainnya.

Pastikan setiap akun menggunakan kata sandi berbeda yang sulit ditebak. Aktifkan juga autentikasi dua faktor atau multi-factor authentication (MFA) sebagai perlindungan tambahan.

4. Periksa Riwayat Login dan Perangkat yang Terhubung

Langkah berikutnya adalah memeriksa apakah terdapat perangkat asing yang mengakses akun digital.

Pengguna dapat membuka pengaturan keamanan akun Google, Apple, maupun media sosial untuk melihat riwayat aktivitas login dan daftar perangkat yang terhubung.

Jika menemukan perangkat atau sesi masuk yang tidak dikenal, segera keluarkan akses tersebut. Periksa pula kemungkinan perubahan informasi pemulihan, alamat email, atau nomor telepon yang tidak pernah dilakukan.

Jangan lupa mencabut akses aplikasi pihak ketiga yang tidak dikenal atau sudah tidak digunakan.

5. Periksa Aplikasi dan Izin Akses di Ponsel

Setelah akun penting diamankan, periksa aplikasi yang terpasang di perangkat.

Perhatikan apakah terdapat aplikasi yang tidak pernah diunduh atau aplikasi yang meminta izin akses secara tidak wajar. Periksa juga izin penggunaan kamera, mikrofon, lokasi, kontak, dan pesan.

Pada perangkat Android, pengguna dapat memanfaatkan Google Play Protect untuk memeriksa aplikasi berbahaya.

Sementara itu, pengguna iPhone dapat meninjau pengaturan privasi dan keamanan untuk mengetahui aplikasi yang memiliki akses terhadap informasi pribadi.

Jika menemukan aplikasi mencurigakan, jangan terburu-buru menghapusnya apabila perangkat tersebut berpotensi menjadi barang bukti dalam kasus hukum. Pertimbangkan untuk meminta bantuan ahli keamanan digital terlebih dahulu.

Baca juga:

Begini Tanda-tanda Ponsel Disadap Hacker

6. Hubungi Bank Jika Ada Transaksi Mencurigakan

Mobile

Bagi pengguna yang mengakses mobile banking atau dompet digital melalui ponsel, pemeriksaan riwayat transaksi juga perlu segera dilakukan.

Jika ditemukan transaksi yang tidak dikenali, hubungi pihak bank atau penyedia layanan keuangan melalui saluran resmi.

Jelaskan bahwa terdapat dugaan akses ilegal terhadap perangkat atau akun. Dengan begitu, penyedia layanan dapat membantu mengamankan rekening, memblokir akses tertentu, atau mengambil tindakan pencegahan lainnya.

Jangan menunggu sampai muncul kerugian lebih besar sebelum melaporkan aktivitas mencurigakan.

7. Simpan Bukti Aktivitas yang Mencurigakan

Jika dugaan penyadapan berkaitan dengan tindak kejahatan, simpan bukti aktivitas yang ditemukan.

Bukti tersebut dapat berupa tangkapan layar aktivitas login asing, pesan mencurigakan, perubahan pengaturan perangkat, maupun catatan transaksi yang tidak dikenal.

Catat pula waktu dan tanggal ketika aktivitas tersebut ditemukan. Informasi ini dapat membantu proses pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga ahli maupun pihak berwenang.

Hindari menghapus seluruh data atau melakukan reset pabrik sebelum mempertimbangkan kebutuhan dokumentasi bukti. (Far)

Baca Artikel Asli