Penyadapan Presiden Terkuak, Watimpres Minta Keamanan Komunikasi Presiden Diperkuat

Dwi AstariniDwi Astarini - 1 jam, 30 menit lalu
Penyadapan Presiden Terkuak, Watimpres Minta Keamanan Komunikasi Presiden Diperkuat

Anggota Watimpres Bambang Soesatyo/ dok MPR

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM – ANGGOTA Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bambang Soesatyo menegaskan pentingnya memperkuat sistem pengamanan komunikasi Presiden Prabowo Subianto setelah dugaan penyadapan ilegal. Bamsoet menilai keamanan komunikasi kepala negara merupakan bagian penting dari keamanan nasional.

Menurutnya, komunikasi Presiden berpotensi memuat informasi strategis yang berkaitan dengan pertahanan, keamanan, kebijakan pemerintahan, hingga kepentingan diplomatik Indonesia.

“Keamanan negara tidak hanya dijaga senjata, pasukan, maupun teknologi canggih, tapi juga oleh hukum yang tegak, institusi yang bersih, dan kekuasaan yang tidak pernah dibiarkan bergerak tanpa pengawasan,” ujar Bamsoet dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).


Menurut Bamsoet, perlindungan komunikasi Presiden dan pejabat strategis negara perlu dilakukan melalui penerapan standar keamanan siber yang lebih tinggi. Langkah tersebut mencakup penggunaan enkripsi yang kuat, autentikasi berlapis, segmentasi jaringan, pembatasan akses berdasarkan kebutuhan tugas, pemantauan ancaman secara real time, serta audit keamanan secara rutin.

Baca juga:

Mensesneg Ungkap Pemerintah Pertanyakan Motif Penyadapan Prabowo, Sebut Bisa Bahayakan Negara


Dia menilai sistem pengamanan informasi negara harus mampu mencegah akses ilegal sekaligus mendeteksi potensi penyalahgunaan kewenangan sejak dini. Bamsoet juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Namun, proses hukum harus tetap berjalan secara profesional, berdasarkan bukti, dan menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah.

Jika terbukti ada pelanggaran oleh individu, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Namun, institusi tidak boleh dibiarkan kehilangan arah.


“Justru momentum ini harus dipakai untuk membersihkan, memperkuat, dan mengembalikan kepercayaan publik,” jelas Bamsoet yang juga mantan Ketua MPR ini.

Bamsoet mengingatkan Polri merupakan institusi besar yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum di Indonesia. OLeh karena itu, dugaan pelanggaran yang melibatkan oknum atau pejabat tidak boleh digeneralisasi sebagai kesalahan seluruh institusi. Meski demikian, Polri harus menunjukkan keberanian untuk mengungkap dan menindak setiap penyimpangan secara transparan.


“Polri juga harus menunjukkan keberanian moral untuk membuka, mengoreksi, dan menindak setiap penyimpangan secara transparan,” tegasnya.


Bamsoet menilai penanganan perkara dugaan penyadapan terhadap Presiden harus memisahkan pertanggungjawaban individu dengan pembenahan institusi. Menurutnya, penindakan terhadap pelaku harus berjalan beriringan dengan evaluasi sistem pengamanan, pengawasan, dan tata kelola kewenangan penyadapan.

Dia mengingatkan agar perkara tersebut tidak menjadi sekadar konsumsi politik sesaat, tapi menghasilkan perubahan nyata dalam sistem keamanan nasional.


“Negara yang kuat ialah negara yang mampu memberi kewenangan secara terbatas, mengawasi secara ketat, dan menghukum secara tegas setiap penyalahgunaan kekuasaan,” pungkasnya.(knu)

Baca juga:

Penyadapan Presiden, Bambang Soesatyo Minta Sistem Pengawasan Dibenahi





#Penyadapan #Penyadapan Presiden Prabowo #Bambang Soesatyo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Penyadapan Presiden Terkuak, Watimpres Minta Keamanan Komunikasi Presiden Diperkuat
Bamsoet menilai keamanan komunikasi kepala negara merupakan bagian penting dari keamanan nasional.
Dwi Astarini - 1 jam, 30 menit lalu
Penyadapan Presiden Terkuak, Watimpres Minta Keamanan Komunikasi Presiden Diperkuat
Indonesia
Penyadapan Presiden, Bambang Soesatyo Minta Sistem Pengawasan Dibenahi
Perkara ini tidak boleh hanya berhenti pada penindakan terhadap individu yang diduga terlibat.
Dwi Astarini - 1 jam, 47 menit lalu
Penyadapan Presiden, Bambang Soesatyo Minta Sistem Pengawasan Dibenahi
Indonesia
Jubir Ungkap Presiden Prabowo Sangat Prihatin saat Mengetahui Penyadapan
Prabowo memberhentikan Listyo dari jabatannya sebagai KSP.
Dwi Astarini - 1 jam, 53 menit lalu
Jubir Ungkap Presiden Prabowo Sangat Prihatin saat Mengetahui Penyadapan
Indonesia
Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Polri Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Perkara yang sedang diproses Bareskrim Polri bersama Divisi Propam Polri tidak akan mengganggu pelaksanaan tugas kepolisian dalam melayani masyarakat.
Dwi Astarini - 1 jam, 58 menit lalu
Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Polri Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Tekno
7 Tanda Ponsel Kamu Disadap, Coba Cek Deh
Meski tidak semua penyadapan meninggalkan tanda yang mudah dikenali, terdapat sejumlah perubahan pada ponsel yang patut diwaspadai.
Dwi Astarini - 2 jam, 15 menit lalu
7 Tanda Ponsel Kamu Disadap, Coba Cek Deh
Indonesia
Polri Tegaskan Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Murni Ulah Oknum
Perkara dugaan penyadapan ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access yang tengah diselidiki tidak berkaitan dengan kebijakan resmi Polri.
Dwi Astarini - 2 jam, 24 menit lalu
Polri Tegaskan Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Murni Ulah Oknum
Indonesia
Tetapkan Oknum Jenderal Polisi jadi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Polri: ini Upaya Bersih ke Dalam
Polri menegaskan penegakan hukum kasus itu sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang ingin institusi Polri bersih.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
Tetapkan Oknum Jenderal Polisi jadi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Polri: ini Upaya Bersih ke Dalam
Indonesia
LIMS: Saat Alat Negara Dipakai Intai Presiden Prabowo Subianto
Skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo lewat server LIMS Polri bikin heboh. Apa itu LIMS dan gimana cara kerjanya? Cek faktanya di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 November 2026
LIMS: Saat Alat Negara Dipakai Intai Presiden Prabowo Subianto
Indonesia
Polri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Menko Yusril Minta Kasus Diusut Tuntas
Yusril Ihza Mahendra meminta masyarakat mempercayakan Polri menangani kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo yang telah menetapkan tiga tersangka.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Polri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Menko Yusril Minta Kasus Diusut Tuntas
Indonesia
Menko Yusril: Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo Tidak Terindikasi Makar
Menko Yusril Ihza Mahendra pastikan kasus penyadapan ilegal Presiden Prabowo oleh Pati Polri (LSP) tak terindikasi makar. Cek pasal UU ITE & KUHP di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 03 November 2026
Menko Yusril: Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo Tidak Terindikasi Makar
Bagikan