MerahPutih.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi khawatir tenaga kerja yang terdampak penutupan operasional kantor karena pandemi virus corona berkurang penghasilannya.
Menurutnya, ada sektor usaha yang tidak dapat tutup sepenuhnya seperti seruan yang telah disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Baca Juga
Perkantoran Diimbau Tutup, Ketua DPRD DKI Dorong Pekerja Tetap Produktif
Semisal kerja-kerja perbankan dan operasional penyediaan energi seperti Bahan Bakar Minyak dan Gas. Ia khawatir seruan Anies malah jadi faktor memperlemah ekonomi di Jakarta.
“Jangan sampai seruan Gubernur ini akhirnya melemahkan perekonomian Jakarta,” ujar Pras kepada wartawan di Jakarta, Minggu (23/3).
Pras menilai, seruan tersebut harus terlebih dahulu dikonsultasikan dan dikomunikasikan ke DPRD DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat. Jangan hanya bersifat populis semata.
“Ini kan berbahaya, kalau sampai ada PHK bagaimana nasib pekerja,” ungkapnya.
Selain berharap pekerja tetap produktif untuk menjaga stabilitas perekonomian, Pras berharap perkantoran vital yang tetap harus beroperasi menjalan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Jika perlu, perkantoran yang dimaksud menggandeng Dinas atau Kementerian Kesehatan untuk menerapkan ketentuan protokoler tersebut.
Baca Juga
“Yang terpenting, pergerakan ekonomi tetap terjaga, dan pekerja aman dari bahaya,” kata Pras yang juga politikus PDIP ini.
Sebelumnya, Anies Baswedan mengeluarkan seruan penghentian maupun pengurangan kegiatan perkantoran, serta penutupan fasilitas operasional untuk mencegah penyebaran wabah corona. Seruan ini berlaku selama 14 hari terhitung mulai 20 Maret 2020. (Knu)