Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Heboh Relawan Gempa Palu Diusir Pemprov, Ini yang Sebenarnya Terjadi

Wisnu Cipto - Rabu, 10 Oktober 2018

MerahPutih.com - Media sosial dihebohkan dengan isu pengusiran sukarelawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari halaman Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu. Gubenur Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kompak langsung menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya terkait isu miring tersebut.

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, memastikan tidak ada pengusiran terhadap para relawanBPBD dari berbagai daerah yang menempati halaman kantor Bappeda sebagai posko bertenda, tetapi mereka hanya direlokasi.

"Saya meminta kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengatur dan merelokasi semua relawan BPBD yang ada di Kantor Bappeda (Sulawesi Tengah) ke Kantor BPBD (Sulawesi Tengah)," kata Gubernur, saat dikonfirmasi, Rabu (10/10).

Petugas Basarnas membawa jenazah korban gempa Palu. Foto: @Sutopo_PN

Longki menjelaskan, sejak kemarin (9/10) kantor dan halaman Kantor Bappeda Sulteng sudah dipakai para aparatur sipil negara yang sudah mulai bekerja kembali sejak Senin (8/10) lalu setelah terpaksa "libur" akibat gempa Bumi dan tsunami pada Jumat (28/9).

Menurut Gubernur, Kantor Bappeda akan dibersihkan dan dirapikan lagi karena sejak terjadi gempa belum dibersihkan. "Tentu kegiatan mereka akan mengganggu kenyamanan relawan, demikian juga sebaliknya," tandas dia dilansir Antara.

BNPB menjelaskan relokasi relawan BPBD dari kantor Bappeda ini bertujuan untuk mempermudah koordinasi. "Ternyata bukan diusir, tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD agar memudahkan koordinasi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers, hari ini.

gempa donggala
Kerusakan akibat Gempa Donggala yang terjadi Jumat (28/9) kemarin. Foto: Twitter/ @Sutopo_PN

Menurut Sutopo, beredarnya isu adanya pengusiran di medsos muncul karena adanya kesalahan komunikasi saat proses relokasi. Dia menambahkan kesalahan komunikasi itu wajar terjadi di daerah bencana, meskipun tidak bisa dijadikan pembenaran.

"Jadi tidak ada pengusiran. Hanya pengaturan dan relokasi tempat tenda relawan saja. Adanya miss communication dalam penyampaian informasi sering terjadi di tempat bencana karena kondisi sudah lelah, kurang istirahat dan banyak keterbatasan. Tapi semuanya sama, memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana," tandas pejabat BNPB itu. (*)

Baca Artikel Asli