Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Harga Jagung Pakan Naik Tajam, Mentan Amran Percepat Penyaluran Jagung Subsidi

Alwan Ridha Ramdani - 51 menit lalu

MerahPutih.com - Tingginya harga jagung dan pakan pabrikan menjadi beban besar bagi peternak di Indonesia. Harga jagung di pasar disebut telah mencapai Rp 7.800 per kilogram, sedangkan jagung SPHP sekitar Rp 5.500 per kilogram.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah hadir di tengah petani dan peternak dengan menyelesaikan persoalan melalui penguatan pasokan jagung, pembangunan ekosistem usaha, serta dukungan nyata bagi peternakan nasional yang terintegrasi.

Perintah Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah hadir di tengah petani dan peternak, mendengar persoalan mereka dan menyelesaikannya secara nyata,

kata Mentan Amran terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu (7/11).

Ia menegaskan hal itu dalam pertemuan bersama peternak ayam petelur dalam kegiatan Sinergi BUMN Pangan Bersama Peternak Ayam Petelur Mikro melalui pembelian telur ayam dan penyaluran jagung SPHP di Desa Slemanan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Baca juga:

Butuh Jagung 1,8 Juta Ton Per Tahun, Amran Bangun Sistem Terpadu Peternakan Hulu Hingga Hilir

Menurut Amran, setiap kali peternak menyampaikan persoalan, pemerintah tidak hanya mendengar, tetapi memastikan menghadirkan solusi yang dapat dirasakan langsung di lapangan.

Amran menyampaikan pemerintah melalui Kementerian Pertanian tengah membangun ekosistem jagung dari hulu hingga hilir. Petani jagung dan peternak akan dihubungkan dalam satu rantai usaha melalui koperasi.

Petani jagung dengan peternak satu kesatuan membentuk koperasi. Diberikan benih gratis dari pemerintah, setelah tumbuh juga pompa dengan alsintan, sesuai kemampuan APBN kita,

ujar Mentan Amran.

Setelah panen, jagung tersebut dibeli koperasi peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan. Apabila terdapat kelebihan produksi, Bulog akan menyerap dan menyimpannya sehingga dapat dimanfaatkan kembali ketika peternak membutuhkan.

Sehingga tidak terjadi lagi ke depan nanti kekurangan pakan dari jagung,

tegasnya.

Selain solusi jangka panjang, pemerintah juga memastikan persoalan yang mendesak di lapangan segera ditangani. Mentan sebelumnya telah meminta jajarannya mempercepat pelayanan jagung SPHP kepada peternak yang membutuhkan.

Bagi peternak, respons cepat tersebut menjadi penting karena persoalan pakan berkaitan langsung dengan keberlangsungan usaha. Mereka tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi kepastian bahwa kebijakan tersebut benar-benar berjalan.

Pemerintah, tegas ia, akan terus mendengar dan menyelesaikan persoalan yang disampaikan petani maupun peternak.

Kalau ada petani berteriak dalam bentuk demo atau sendiri, tidak pernah kami menghindar. Pasti kami temui. Kami sebagai bapaknya harus bertanggung jawab di dunia. Jangan di akhirat nanti baru ditagih,

tegasnya.
Baca Artikel Asli