Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Gunung Semeru Siaga, BPBD Lumajang Minta Warga Waspada Awan Panas

Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026

Merahputih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap luncuran awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Peringatan ini berkaca pada status gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih bertahan pada Level III (Siaga).

Aktivitas vulkanik sabtu malam menjadi alarm penting bagi semua pihak. Kesadaran mematuhi rekomendasi resmi menjadi kunci utama keselamatan.

"Aktivitas Gunung Semeru sempat disertai awan panas guguran pada Sabtu malam menjadi pengingat pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman bencana secara terukur dan tidak berlebihan,"

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho.

Sampai saat ini, BPBD Lumajang belum menerima laporan kerusakan rumah warga atau fasilitas publik akibat aktivitas vulkanik tersebut. Namun, ketiadaan dampak bukan alasan menurunkan tingkat kewaspadaan dini.

Baca juga:

Gunung Semeru Erupsi 2 Kali dalam Hitungan Menit, Kolom Abu Capai 700 Meter

Pantau Aktivitas Vulkanik 24 Jam

Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode pengamatan 14 Juni 2026 pukul 12.00–18.00 WIB menunjukkan kegempaan vulkanik masih terekam jelas.

Status Siaga Level III belum mengalami perubahan. BPBD Lumajang terus menjalin koordinasi ketat bersama Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, pemerintah desa, serta relawan kebencanaan demi memantau kondisi lapangan secara berkala.

Penyebaran informasi cepat dan akurat melalui berbagai saluran komunikasi menjadi prioritas utama. Langkah ini bertujuan membentengi masyarakat dari kepungan berita bohong atau hoaks tak terverifikasi.

“Kesadaran masyarakat untuk mengikuti rekomendasi telah ditetapkan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana. Karena itu kami terus mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mengutamakan informasi resmi,” ujarnya.

Larangan Aktivitas Sektor Tenggara

Literasi kebencanaan memegang peran krusial dalam membangun ketangguhan warga lereng gunung. Pemahaman rute evakuasi dan langkah mitigasi mandiri membantu masyarakat mengambil keputusan tepat saat situasi darurat.

PVMBG melarang total segala aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan serta area dalam radius lima kilometer dari puncak kawah.

Baca juga:

Jalur Pendakian Semeru Dibuka Setelah Tutup 5 Bulan, Dilarang Sampai Puncak

Warga juga harus mewaspadai ancaman sekunder berupa aliran lahar dingin di sepanjang sungai berhulu di Gunung Semeru, terutama saat hujan turun.

"Masyarakat diimbau tetap mematuhi rekomendasi PVMBG, antara lain tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sesuai radius telah ditetapkan, tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak kawah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai berhulu di Gunung Semeru," pungkas Isnugroho.

Baca Artikel Asli