GUNUNG Semeru di Lumajang, Jawa Timur, erupsi pada Sabtu (4/12) sore. Gunung dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) itu mengalami erupsi yang disertai panas guguran dan hujan abu vulkanis cukup tebal.
Erupsi itu membuat dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terpantau gelap gulita. Di media sosial, meletusnya Gunung Semeru menjadi trending topic di Twitter. Dalam video amatir yang banyak beredar, terlihat kepanikan warga setempat saat gulungan abu vulkanis membubung tinggi. "Ya Allah Allahu Akbar, Allahu Akbar, tolong, tolong," jerit ibu rumah tangga histeris di video itu. Segala usia terlihat berhamburan menyelamatkan diri sambil berteriak minta tolong.
Erupsi terpantau tidak hanya menyemburkan awan panas, tapi juga mengalirkan lava panas. Berdasarkan pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter. Pada pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur kemudian melaporkan visual abu vulkanis dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang. Selain itu, beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanis.
BACA JUGA:
Erupsi Semeru, BPBD Lumajang Dirikan Tenda Pengungsian di 3 Lokasi
Dengan 130 gunung berapi yang berdiri di Tanah Air, letusan gunung berapi tidak bisa dianggap remeh. Lontaran material vulkanis dan abu bisa menjangkau radius puluhan kilometer, bergantung kuatnya daya letus gunung. Meski beberapa gunung tersebut dorman, tak ada salahnya kamu tahu dan bersiap untuk menghadapi situasi hujan abu atau erupsi gunung berapi. Panik di saat gunung erupsi bukanlah cara teraman untuk selamat di situasi genting tersebut. Ikuti langkah-langkah berikut agar kamu terhindar dari situasi yang membahayakan.
1. Jangan panik
Tetaplah tenang jika erupsi terjadi dekat dengan tempat tinggalmu. Pantau situasi lewat radio, TV, ataupun kanal daring.
2. Dengar sirene dan ikuti arahan
Jika kamu mendengar suara sirine, segeralah mengungsi. Penting untuk segera bersiap mengungsi begitu erupsi terjadi. Saat akan mengungsi, ikuti selalu arahan petugas di lapangan.
3. Berlindung dan tutup dengan kain basah
Janganlah keluar rumah. Tetap berlindung dalam rumah. Jika kamu berada di luar ruang, segera cari tempat berlindung. Tutupilah pintu dan jendela dengan kain basah.
4. Perhatikan mata
Abu vulkanis, selain membahayakan saluran pernapasan, juga tidak baik bagi kesehatan mata. Cuci bersih mata dengan air bersih jika terkontaminasi.
5. Selalu gunakan masker
Saat hujan abu vulkanis terjadi, pakailah masker. Masker yang dianjurkan Palang Merah Indonesia, yakni masker N95. Kamu juga bisa menggunakan sapu tangan atau pakaian untuk menutup mulut dan hidung. Ikuti selalu langkah-langkah tersebut agar kamu terhindar dari efek negatif abu vulkanis.(dwi)