Merahputih.com - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Selasa (6/10) pagi. Kolom letusan teramati mencapai sekitar 900 meter di atas puncak.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi terjadi pada pukul 05.29 WIB. Kolom abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah timur laut.
Baca juga:
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masih Berlangsung Jauhi Radius 2 KM!
Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.29 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi 135 detik.
Sebelumnya, aktivitas erupsi juga tercatat pada pukul 02.03 WIB. Saat itu, amplitudo maksimum mencapai 23 milimeter dengan durasi 142 detik. Namun, letusan tidak teramati secara visual karena kawasan puncak tertutup kabut.
Gunung Semeru Masih Berstatus Siaga
Hingga saat ini, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang ditetapkan Badan Geologi dan Pos Pengamatan Gunung Semeru untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi.
Baca juga:
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan, warga dilarang melakukan aktivitas apa pun hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi.
Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terkena lontaran batu pijar.