MerahPutih.com - Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9) pagi.
Aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih menunjukkan dinamika berupa letusan, embusan abu, serta pergerakan lava di sejumlah sektor.
Baca juga:
Gunung Semeru Erupsi Minggu Pagi, Kolom Letusan 1.000 Meter, Jalur Pendakian Ditutup
Berdasarkan laporan terbaru Badan Geologi, erupsi terjadi pada pukul 06.41 WITA. Letusan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 600 meter di atas puncak atau mencapai kurang lebih 1.800 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu yang keluar dari kawah teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat. Erupsi tersebut juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama sekitar 40 detik.
Hari Ketiga Erupsi
Aktivitas erupsi juga terjadi sehari sebelumnya. Pada Sabtu (5/9), Gunung Ili Lewotolok tercatat mengalami dua kali letusan pada pagi hari. Erupsi pertama terjadi pukul 06.51 WITA dengan kolom abu sekitar 300 sampai 500 meter di atas puncak.
Kedua erupsi tersebut menghasilkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah barat. Aktivitas tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi masing-masing sekitar 54 dan 55 detik.
Baca juga:
Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, BNPB Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada
Sehari sebelumnya, yakni Jumat (4/9), aktivitas Gunung Ili Lewotolok juga terbilang tinggi. Dalam periode 00.00-24.00 WITA, tercatat sebanyak 378 kali letusan dengan tinggi kolom abu berkisar 200 hingga 600 meter.
Selain letusan, pemantauan pada Jumat menunjukkan adanya 37 kali embusan, 32 kali tremor nonharmonik, tiga kali tremor harmonik, serta dua kali gempa tektonik jauh. Guguran juga teramati dengan jarak luncur mencapai sekitar 700 meter ke arah tenggara.
Status Waspada
Aktivitas gunung api tersebut juga disertai perubahan pada aliran lava. Badan Geologi mencatat adanya aliran lava baru di sektor timur laut dengan jarak sekitar 500 meter dari bibir kawah. Aliran tersebut berada di atas endapan lava lama.
Selain itu, endapan lava masih teramati di sektor timur laut dengan jarak sekitar 1.100 meter dari bibir kawah serta di sektor selatan-tenggara dengan jarak sekitar 1.800 meter dari bibir kawah.
Baca juga:
4 Cara Aman Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Jangan Disepelekan
Gunung Ili Lewotolok sendiri memiliki ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut. Dalam laporan terbaru, status aktivitasnya berada pada Level II atau Waspada.
Masyarakat di sekitar gunung, termasuk pendaki dan wisatawan, diminta tidak memasuki kawasan dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas.
Larangan tersebut diperluas hingga radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara karena wilayah tersebut memiliki potensi bahaya yang perlu diwaspadai.
Masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya guguran atau longsoran lava serta awan panas, khususnya di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut Gunung Ili Lewotolok. (Far)