Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Gunakan Sistem Digital, Korlantas Prediksi Lonjakan Mudik 17-18 Maret

Ananda Dimas Prasetya - Senin, 16 Maret 2026

MerahPutih.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, Agus Suryonugroho, memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan berlangsung pada 17 hingga 18 Maret.

Prediksi tersebut disampaikan setelah Agus menerima paparan dari jajaran Polda Jawa Barat terkait skenario pengelolaan keamanan serta pengaturan lalu lintas selama masa mudik.

Agus menjelaskan bahwa pemantauan arus kendaraan kini dilakukan melalui sistem teknologi digital. Sistem tersebut memungkinkan petugas memperoleh data lalu lintas secara real time, sehingga keputusan terkait manajemen lalu lintas dapat diambil secara cepat ketika terjadi lonjakan kendaraan.

“Kami sudah menggunakan teknologi digital untuk memantau, memutuskan, dan mencari data riil sebagai dasar pengambilan keputusan. Diperkirakan tanggal 17 sampai 18 itu arus puncak,” kata Agus di Rest Area KM 57, Subang, dikutip Senin (16/3).

Baca juga:

Mudik Lebaran 2026: 5.496 Kendaraan Gunakan Jalur Fungsional Tol Yogya-Bawen

Menurutnya, sejumlah rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalur menuju Trans Jawa. Kebijakan yang akan diterapkan antara lain contraflow hingga skema one way.

Rekayasa lalu lintas tersebut akan diberlakukan berdasarkan parameter jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol.

“Diawali dari contraflow lajur satu dengan parameter 5.500 kendaraan per jam yang melintasi arah Trans Jawa. Jika pada satu jam berikutnya volume mencapai 6.400 kendaraan, baru contraflow lajur dua,” ujar Agus.

Baca juga:

Diskon Tarif Tol 30 Persen, Kepadatan Pemudik yang Melintas di Tol Trans-Jawa Perlahan Terurai

Selain itu, Agus menyebut kondisi lalu lintas pada awal pelaksanaan Operasi Ketupat masih relatif tertib dan terkendali.

Ia juga mengungkapkan bahwa indikator keselamatan menunjukkan adanya penurunan angka fatalitas kecelakaan di wilayah Jawa Barat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dan bahkan indikator fatalitas korban ada penurunan dari tahun yang lalu sampai 91 persen. Tahun lalu 26 orang meninggal, sekarang baru satu,” ucapnya. (Knu)

Baca Artikel Asli