MERAHPUTIH.COM - PEDAGANG Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, diminta untuk menghilangkan kebiasaan buruk berjualan di pinggir jalan raya. Gubernur Pramono Anung memerintahkan para pedagang agar menjajakan dagangan mereka di dalam pasar.
Hal itu disampaikan Pramono saat menanggapi insiden kecelakaan akibat jalanan yang licin di sekitar area tersebut.
Ia juga telah menginstruksikan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin dan Direktur Utama (Dirut) Pasar Jaya Agus Himawan Widiyanto supaya mau membenahi pedagang pasar yang biasa jualan di pinggir jalan.
"Sudah diminta untuk pedagang yang berada di luar yang bisa mengganggu lalu lintas karena airnya membuat licin dan sebagainya segera diminta untuk masuk ke pasar," ujar Pramono, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/8).
Baca juga:
Perlahan, Pemprov DKI Jakarta Tutup TPST Bantargebang Menuju Controlled Landfill
Langkah itu diambil lantaran ia tak ingin peristiwa serupa hingga menyebabkan adanya korban jiwa kembali terjadi.
"Tetapi kemudian karena ini areanya Pasar Jaya, saya sudah minta kepada Dirut Pasar Jaya juga ikut terlibat dalam hal ini," ujar dia.
Sebelumnya, sebanyak 110 personel gabungan telah dikerahkan untuk menertibkan para pedagang kaki lima yang beraktivitas di trotoar dan badan Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyebut penertiban dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan menjaga kebersihan di area sekitar.(Asp)
Baca juga:
Pemprov DKI Sanksi Penjaga Lahan dan Pembuang Sampah Ilegal di Kramat Jati Denda Rp 5 Juta