Gibran Kampanye Daring, Warga Keluhkan Bantuan UMKM Rp2,4 Juta Tak Kunjung Cair
Rabu, 07 Oktober 2020 -
MerahPutih.com - Calon wali kota (cawali) nomor urut 01, Gibran Rakabuming Raka kembali melakukan kampanye blusukan online Pilwakot Solo. Blusukan online kali ini menyasar Kampung Nataningratan, Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari Solo, Jawa Tengah, Rabu (7/10).
Putra sulung Presiden Jokowi ini menerima banyak keluhan dari warga di antaranya bantuan sosial UMKM Rp2,4 juta dari pemerintah belum cair, permintaan pengadaan kursi posyandu, dan minimnya wifi di kampung untuk belajar daring.
"Saya sudah mengajukan bantuan sosial produktif UMKM Rp2,4 pada dinas terkait di Solo, tetapi bantuan itu tak kunjung cair," ujar warga setempat Anna pada Gibran di layar virtual box.
Baca Juga
Rencananya pengajuan bantuan itu, kata dia, digunakan untuk modal jualan wedangan atau angkringan. Pihaknya berharap bantuan itu bisa segera cair karena membutuhkan modal usaha untuk mencukupi keluarga.
"Di tengah pandemi jualan angkringan sepi, harapannya rapat bantuan modal usaha untuk bertahan jualan," kata dia.
Menanggapi keluhan warga tersebut, Gibran meminta pada warga agar bersabar karena yang mengajukan bantuan ini jumlahnya banyak. Ia meyakinkan pada warga bantuan bantuan sosial produktif UMKM Rp2,4 juta akan cair.
"Warga untuk tetap bersabar, bantuan itu akan cair dan tepat sasaran. Semua keluhan warga sudah dicatat semua dan akan dicari akar persoalannya
Sementara itu, paslon nomor urut 02, Bagyo Wahyono dan FX Supardjo dari independen melakukan kampanye daring dengan menyosialisasikan program unggulan dan visi misi melalui media sosial (medsos).
"Kami memanfaatkan medsos sebagai sarana kampanye Bajo. Program unggulan Bajo kita tampilkan semua lewat medsos," ujar Bagyo pada Merahputih.com.
Bagyo menjelaskan program unggulan tersebut diantaranya pengendalian sungai agar tidak banjur dengan pembuatan sungai bawah tanah, pembuatan filterasi, tanggul, dan drainase. Kemudian pembangunan limbah rumah tangga dengan membuat buat bank sampah.
Untuk meningkatkan pendapatan daerah, kata Bagyo, pihaknya akan mengaktifkan usaha daerah untuk menyentuh ekspor hasil dari UKM kampung wisata. Selain itu, membuka usaha Pemkot Solo seperti swalayan, SPBU, rumah makan, ojek online, dan lainnya.
Baca Juga
Kejagung Tangkap Mantan Pembaca Berita Dalton Ichiro Tanonaka Terkait Kasus Penipuan
"Pada sektor pendidikan kami akan menyamakan biaya pendidikan dan fasilitasnya. Meningkatkan kualitas siswa dan guru dalam meraih prestasi pendidikan," tutup Bagyo. (Ismail/Jawa Tengah)