Fadli Zon Sebut Tiket Museum Nasional Masih Sangat Terjangkau, Disabilitas Hingga Anak Yatim Tetap Gratis
Kamis, 01 Januari 2026 -
Merahputih.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengumumkan adanya penyesuaian harga tiket masuk ke Museum Nasional Indonesia di Jakarta Pusat.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan sejarah bangsa sekaligus mendukung pengelolaan fasilitas museum yang lebih baik.
“Kita juga mulai menyesuaikan harga tiket supaya ada semakin apresiasi. Kecuali mungkin kepada disabilitas, berusia lanjut, dan juga anak yatim piatu itu juga bebas (gratis),” ungkap Fadli Zon dikutip Antara, Kamis (1/1).
Baca juga:
Warga Nikmati Liburan Akhir Tahun Mengunjungi Museum Fatahillah Jakarta
Perbandingan Global dan Keistimewaan Tarif Pelajar
Fadli Zon menilai bahwa biaya masuk museum di tanah air saat ini masih tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan standar internasional.
Menurutnya, museum-museum di Eropa menerapkan tarif masuk yang cukup tinggi, mulai dari 12 euro hingga mencapai 65 euro atau setara Rp 1 juta lebih.
Di Indonesia, pemerintah tetap berkomitmen menjaga harga agar tetap terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.
Bagi pengunjung berstatus pelajar atau mereka yang datang dalam rombongan grup, pengelola tetap menyediakan harga khusus sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan sejarah.
Saat ini, tarif umum dipatok sebesar Rp50.000, sedangkan kategori pelajar hanya perlu membayar Rp30.000.
Koleksi Ikonik "Manusia Jawa" dan Fasilitas Baru
Penyesuaian biaya masuk ini dibarengi dengan peningkatan kualitas pameran. Saat ini, Museum Nasional menghadirkan koleksi primadona yakni "Manusia Jawa" (Pithecanthropus erectus).
Baca juga:
Sudah Diresmikan Fadli Zon, Museum Keraton Surakarta Belum Dibuka saat Libur Nataru, Ini Alasannya
Koleksi bersejarah ini akhirnya kembali ke pangkuan ibu pertiwi setelah lebih dari 130 tahun berada di Belanda. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan keindahan lukisan purba legendaris dari Maros Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kehadiran koleksi-koleksi langka ini diharapkan dapat membantu pengunjung memahami lebih dalam mengenai akar peradaban Nusantara melalui bukti-bukti sejarah yang otentik.
“Karena kalau di luar negeri, memang masuk museum itu juga cukup tinggi. Kalau kita lihat di Eropa, itu rata-rata paling murah itu 12 euro, ada yang 15 euro, ada yang 20 euro, bahkan ada yang 65 euro. Di kita ini semua masih terjangkau,” tandasnya.