Erdogan Sebut Amerika Kehilangan Obyektivitas Usai Memveto Resolusi Yerusalem di DK PBB

Selasa, 19 Desember 2017 - Luhung Sapto

MerahPutih.com - Sebanyak 14 dari 15 anggota Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) 'mengeroyok' Amerika Serikat dengan mendukung draft resolusi penolakan pengakuan status Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Namun, usaha tersebut sia-sia karena Amerika menggunakan hak veto-nya untuk draft resolusi tersebut.

Mengutip dari Reuters, Selasa (19/12), Turki menyesalkan penggunaan veto oleh Amerika Serikat. Tak hanya itu, Turki juga menyebut Amerika Serikat telah kehilangan obyektivitasnya.

”Amerika Serikat ditinggalkan sendirian dalam pemungutan suara yang merupakan tanda nyata dari ilegalnya keputusan (Washington) mengenai Yerusalem,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri-nya, Selasa (19/12).

"Kami menyesalkan langkah Amerika yang melakukan veto atas draft resolusi penolakan pengakuan status Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Padahal 14 dari 15 anggota DK PBB menolak pengakuan status Yerusalem sebagai ibu kota Israel," lanjut pernyataan tersebut.

"Sekali lagi Amerika telah menunjukkan dirinya kehilangan obyektivitas."

Setelah upaya melakukan penolakan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel melalui voting gagal, Presiden Turki Recep Tayyip Erdo?an menelpon Perdana Menteri Inggris Theresa May membahas masalah ini. Kedua pihak sepakat langkah-langkah yang bisa membuat proses perdamaian di Palestina dalam bahaya harus dihindari.

Kedua pemimpin itu menyatakan komunitas internasional harus berupaya lebih intensif untuk memecahkan masalah di Yerusalem, demikian sumber dari kantor Erdogan. (*)

Baca juga berita terkait lainnya di: Inggris Dukung Resolusi Dewan Keamanan PBB Soal Status Yerusalem

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan