Erdogan Sebut Amerika Kehilangan Obyektivitas Usai Memveto Resolusi Yerusalem di DK PBB
Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan (Foto: xinhua)
MerahPutih.com - Sebanyak 14 dari 15 anggota Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) 'mengeroyok' Amerika Serikat dengan mendukung draft resolusi penolakan pengakuan status Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Namun, usaha tersebut sia-sia karena Amerika menggunakan hak veto-nya untuk draft resolusi tersebut.
Mengutip dari Reuters, Selasa (19/12), Turki menyesalkan penggunaan veto oleh Amerika Serikat. Tak hanya itu, Turki juga menyebut Amerika Serikat telah kehilangan obyektivitasnya.
”Amerika Serikat ditinggalkan sendirian dalam pemungutan suara yang merupakan tanda nyata dari ilegalnya keputusan (Washington) mengenai Yerusalem,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri-nya, Selasa (19/12).
"Kami menyesalkan langkah Amerika yang melakukan veto atas draft resolusi penolakan pengakuan status Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Padahal 14 dari 15 anggota DK PBB menolak pengakuan status Yerusalem sebagai ibu kota Israel," lanjut pernyataan tersebut.
"Sekali lagi Amerika telah menunjukkan dirinya kehilangan obyektivitas."
Setelah upaya melakukan penolakan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel melalui voting gagal, Presiden Turki Recep Tayyip Erdo?an menelpon Perdana Menteri Inggris Theresa May membahas masalah ini. Kedua pihak sepakat langkah-langkah yang bisa membuat proses perdamaian di Palestina dalam bahaya harus dihindari.
Kedua pemimpin itu menyatakan komunitas internasional harus berupaya lebih intensif untuk memecahkan masalah di Yerusalem, demikian sumber dari kantor Erdogan. (*)
Baca juga berita terkait lainnya di: Inggris Dukung Resolusi Dewan Keamanan PBB Soal Status Yerusalem
Bagikan
Berita Terkait
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Obsesi Donald Trump Caplok Greenland Bakal Jadi Lonceng Kematian NATO
Trump Kritik Pasukan Khusus Denmark Cupu, Gagal Lindungi Greenland dari Rusia-China
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Bahas Tarif Trump dan Impor Energi, Menko Airlangga Datangi KPK
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela