Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Enggak Realistis, Hidup tanpa Penyesalan

Dwi Astarini - Jumat, 10 Juni 2022

ADA beberapa orang yang mengatakan mereka tidak pernah menyesali apa yang telah dilakukan dan mereka hanya fokus pada hal berikutnya. Tujuannya ialah menjalani hidup tanpa penyesalan. Apakah ini realistis?

"Saya pikir ini tidak realistis karena beberapa alasan. Saya menyarankan bahwa menjalani kehidupan yang penuh berarti memiliki beberapa penyesalan dan, semoga, belajar darinya," ujar profesor psikologi klinis Robert L Leahy, PhD di Weill-Cornell Medical School, New York, AS.

Menurutnya, semua emosi berevolusi karena memiliki beberapa kegunaan, dalam banyak kasus, melindungi evolusi nenek moyang manusia dari bencana.

BACA JUGA:

Flexing Versus Humblebragging, Dua Cara Unjuk Gigi Serupa Tapi Tak Sama

"Ketakutan akan ketinggian, kegelapan, binatang, orang asing, air, ruang tertutup, dan potensi bahaya lainnya telah menjadi ketakutan universal yang ditemukan di semua budaya. Ketakutan melindungi," jelasnya dalam artikel di Psychology Today.

Begitu pula dengan emosi seperti cemburu, iri, marah, dan menyesal. Kecemburuan adalah bentuk penjagaan pasangan yang ditemukan di banyak spesies yang melindungi investasi genetik.

perempuan
Manusia belajar dari kesalahan mereka dan mereka mengoreksi diri. (freepik/benzoix)

"Iri, ketidaknyamanan mengetahui seseorang melakukan lebih baik daripada yang kamu lakukan, ditemukan pada spesies dengan hierarki dominasi. Kehilangan status dalam hierarki mengurangi kemungkinan kamu mewariskan gen. Status memiliki keuntungan: prokreasi, makanan yang lebih baik, aliansi yang dapat membantumu, dan banyak faktor lainnya," ujarnya.

Penyesalan bisa bermanfaat

menyesal
Orang yang dipandang memiliki kapasitas untuk bersalah lebih dipercaya. (freepik/karlyukav)

Dengan demikian, Leahy berpendapat, penyesalan pun berguna dalam beberapa konteks. Misalnya, anak-anak yang mengungkapkan penyesalan lebih mampu membuat keputusan dan lebih baik dalam mengatur emosi mereka.

"Manusia belajar dari kesalahan mereka dan mereka mengoreksi diri. Mereka dapat mengantisipasi hal-hal yang mungkin tidak akan berhasil sehingga mereka kemudian dapat menghindari membuat lebih banyak kesalahan. Mereka jadi memiliki keterampilan yang lebih baik dalam mengatur emosi karena mereka tidak bertindak impulsif," urainya.

Kamu mengantisipasi penyesalan dan memutuskan untuk mengambil tindakan yang berbeda. "Mengantisipasi penyesalan dapat membantu meningkatkan kepatuhan minum obat. Ketika pasien diminta untuk membayangkan bagaimana jadinya jika mereka mengalami stroke yang serius, mereka lebih mungkin untuk minum obat hipertensi," Leahy mencontohkan.

BACA JUGA:

Kamasean Matthews Ajak Generasi Muda Jaga Perdamaian Lewat Musik

Contoh lain, ketika orang yang lebih muda diminta untuk membayangkan seperti apa mereka nantinya dan bagaimana mereka akan hidup di akhir usia enam puluhan, mereka akan berlomba menambah tingkat tabungan mereka sekarang.

"Orang dalam kondisi manic sering tidak mengantisipasi menyesali perilaku berisiko mereka. Mereka mungkin bertindak impulsif, menjadi bermusuhan, menyalahgunakan obat-obatan dan alkohol, terlibat dalam perilaku seksual berisiko atau menghabiskan uang yang tidak mereka miliki," kata Leahy.

Dia menambahkan, mania sering kali gagal mengantisipasi penyesalan di kemudian hari. "Saya telah menemukan pasien bipolar yang dapat melihat kembali episode manic mereka dan mengingat kesalahan yang mereka buat akan cenderung tidak bertindak impulsif di masa depan. Mereka lebih mungkin untuk mengambil obat penstabil suasana hati mereka," ujarnya.

"Kita tahu bahwa orang yang tulus dalam penyesalannya saat meminta maaf lebih mungkin untuk dimaafkan atas kesalahannya. Penyesalan mereka membantu menyelamatkan hubungan. Bahkan di tempat kerja, penelitian menunjukkan orang yang dipandang memiliki kapasitas untuk bersalah lebih dipercaya dan bekerja lebih efektif dalam kelompok," ujar Leahy.(aru)

BACA JUGA:

Anak Muda Bandung Rentan Terserang Hipertensi

Baca Artikel Asli