MerahPutih.com - Britney Spears kembali mengungkapkan sisi personal kehidupannya melalui media sosial. Penyanyi asal Amerika Serikat itu merefleksikan pengalaman selama bertahun-tahun menjalani karier dengan jadwal kerja padat dan kebebasan pribadi yang menurut pengakuannya sangat terbatas.
Melalui unggahan Instagram pada Minggu (11/10), pelantun Toxic tersebut mengenang masa ketika ia mengaku harus bekerja tujuh hari dalam seminggu selama 15 tahun. Britney juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak memiliki keleluasaan untuk bepergian hanya demi menemui seorang teman.
Dalam keterangan unggahannya, Britney menyampaikan kepahitan atas waktu yang telah berlalu sekaligus merefleksikan potensi yang dimilikinya sebagai seorang perempuan.
Aku bahkan tidak pernah bisa terbang ke suatu tempat hanya untuk bertemu teman, karena aku bekerja tujuh hari seminggu selama 15 tahun,
Britney Spears.
Curahan hati itu kembali menyoroti kehidupan Britney di balik popularitas dan kesuksesannya di industri musik. Perjalanan hidupnya selama bertahun-tahun tidak hanya menjadi perhatian publik karena karya-karyanya, tetapi juga karena persoalan keluarga dan konservatori yang membatasi kendalinya atas sejumlah aspek kehidupan pribadi serta keuangannya.
Baca juga:
Berkumpul Lagi dengan Putranya, Britney Spears: Natal Terbaik dalam Hidupku
Britney Spears dan Perjuangan Mengakhiri Konservatori
Britney berada di bawah konservatori sejak 2008. Pengaturan hukum tersebut memberikan kewenangan kepada pihak lain untuk mengelola sejumlah aspek kehidupan dan keuangannya.
Konservatori itu berakhir pada November 2021 setelah melalui perjuangan hukum yang panjang. Selama masa tersebut, Britney beberapa kali menyampaikan keberatannya terhadap berbagai pembatasan yang dialaminya.
Dalam kesaksian di pengadilan pada Juni 2021, Britney secara terbuka menyebut pengaturan tersebut sebagai sesuatu yang abusif. Ia juga menyatakan keinginannya untuk memperoleh kebebasan dalam menentukan kehidupannya sendiri.
Melalui unggahan terbarunya, Britney kembali mengenang pengalaman tersebut dan mengungkapkan bahwa kepahitan yang dirasakannya belum sepenuhnya hilang.
Ia juga menyinggung bahwa dirinya baru bisa memegang uang satu dolar secara langsung sekitar lima tahun sebelumnya. Pernyataan itu menggambarkan betapa terbatasnya kendali yang ia rasakan atas hal-hal mendasar dalam kehidupannya sendiri.
Enam Tahun Bepergian Sendiri, Britney Belajar Memahami Diri
Selain merefleksikan masa lalu, Britney turut membagikan pengalamannya bepergian seorang diri selama beberapa tahun terakhir. Ia mengungkapkan telah melakukan perjalanan sendirian selama enam tahun, dengan satu pengecualian ketika bepergian bersama seorang teman.
Menurut Britney, ia melakukan perjalanan sekitar 15 kali dalam setahun, dengan durasi masing-masing kurang lebih dua minggu.
Banyaknya waktu yang dihabiskan seorang diri membuat Britney mempertanyakan apakah kebiasaan tersebut baik bagi dirinya. Namun, ia akhirnya memilih untuk berhenti terus-menerus meragukan keputusan pribadi yang telah diambilnya.
Baca juga:
Britney Spears Ditahan Polisi AS, Nyetir dalam Keadaan Mabuk
Britney ingin memberikan ruang bagi dirinya sendiri untuk mengikuti kata hati dan menentukan arah hidup tanpa terus dibayangi keraguan.
“Pagi ini aku bangun dan berkata, ‘Aku akan berhenti mempertanyakan diriku sendiri dan membiarkan kaki serta jiwaku menjadi penunjuk jalan,’” tulisnya.
Britney Ingin Menjalani Hidup dengan Lebih Bebas
Di akhir keterangannya, Britney turut menyinggung kemungkinan bahwa Tuhan ingin dirinya menikmati kesendirian.
Ungkapan tersebut menjadi bagian dari refleksinya mengenai perjalanan hidup yang telah dilalui, termasuk upayanya memahami kebebasan dan kebutuhannya sendiri setelah melewati masa-masa sulit. (Far)