Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ekonomi Mulai Melambat, Indonesia Diuntungkan Pertumbuhan India

Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Agustus 2024

MerahPutih.com - Kondisi geopolitik global masih memberikan ketidakpastian ekonomi. Dana Moneter Internasional (IMF) mematok angka 3,2 persen untuk pertumbuhan ekonomi global sepanjang tahun.

"Berbagai faktor risiko yang berkembang tetap perlu kami cermati dan antisipasi," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Jumat (2/8).

Dengan kondisi itu, KKSK memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2024 berada pada rentang 5,0 persen hingga 5,2 persen. Di mana, triwulan II, pertumbuhan ekonomi berada pada level 5,0 persen.

"Meski melambat dibandingkan triwulan I yang sebesar 5,11 persen, namun sektor konsumsi rumah tangga dan investasi yang menjadi faktor pendorong kinerja ekonomi masih tetap terjaga," katanya.

Baca juga:

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi Pelarangan Menjual Rokok Eceran

Guna menjaga kinerja konsumsi, belanja pemerintah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terus diarahkan untuk menjaga stabilitas harga. Kementerian Keuangan juga akan terus mendorong program perlindungan sosial, terutama bagi masyarakat rentan, sehingga daya beli tetap terjaga.

Di samping itu, juga ada optimisme dari penyelenggaraan pilkada serentak yang berpotensi mendongkrak aktivitas belanja.

Sementara dari sisi investasi, KSSK memperkirakan kegiatan investasi akan menguat seiring dengan penyelesaian berbagai proyek-proyek nasional. Investasi swasta, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA), diperkirakan juga tetap terjaga.

KSSK optimistis aktivitas ekonomi pada sektor manufaktur, konstruksi, dan perdagangan akan tetap terjaga.

Baca juga:

Prabowo Temui Presiden Aleksandar Vucic untuk Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Serbia

"Terutama dilihat dari peningkatan nilai tambah untuk hilirisasi dan hasil produksi," jelas Menkeu.

Sri Mulyani menyoroti sektor ekspor Indonesia yang diperkirakan meningkat, terutama ekspor produksi manufaktur dan pertambangan. Negara mitra dagang utama untuk sektor ini ialah China dan India. Meski perekonomian China masih lemah, pertumbuhan ekonomi India relatif tinggi.

"Indonesia diuntungkan bahwa India memiliki pertumbuhan ekonomi yang sehat dan relatif tinggi,” ujarnya.

KSSK melihat tekanan ekonomi pada triwulan III berpotensi mereda. Resiliensi perekonomian Amerika Serikat terlihat membaik yang juga diiringi dengan inflasi yang menurun. Kondisi itu membuat pelaku pasar memperkirakan penurunan suku bunga The Fed atau Fed Fund Rate (FFR) dapat turun lebih cepat dari proyeksi sebelumnya. (*)

Baca Artikel Asli