Dua tentara Amerika Serikat (AS) tewas dalam sebuah operasi melawan petempur ISIS di timur Afganistan. Demikian pernyataan dari pihak AS. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (26/4) lalu.
Pasukan AS di Afganistan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa korban anggota yang ketiga mengalami luka dalam aksi yang dilakukan bersama Pasukan Pertahanan dan Keamanan Afganistan (ANDSF) melawan para petempur pemberontak.
Juru bicara militer AS di Afganistan Kapten William Salvin mengatakan, kematian anggotanya terjadi di lembah yang sama di mana Amerika Serikat telah menjatuhkan sebuah bom besar di sebuah kompleks terowongan yang diduga kuat digunakan oleh pasukan ISIS.
Bom yang dijuluki Mother of All Bombs/MOAB (ibu dari semua bom), GBU-43 Massive dijatuhkan dari pesawat terbang Amerika MC-130 di distrik Achin, Provinsi Nangarhar yang berbatasan dengan Pakistan.
Insiden tersebut terjadi beberapa hari setelah Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengunjungi pasukan Afganistan dan pasukan AS yang sedang berusaha melakukan perlawanan terhadap kelompok petempur di Provinsi Nangarhar.
Dalam serangan tersebut, pasukan komando Afganistan dan pasukan gabungan membunuh sekitar 40 petempur ISIS dalam sebuah operasi gabungan, kata Attahullah Khogyani, juru bicara gubernur Nangarhar.
Khogyani mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan terhadap tempat persembunyian kelompok ISIS di sebuah bagian di distrik Achin, sekitar 13 petempur ditangkap dalam keadaan hidup.