Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pimpinan DPR Hargai Penggeledahan Masif Kafe De Clan Hingga Rumah Mewah di Sentul

Angga Yudha Pratama - 1 jam, 47 menit lalu

Merahputih.com - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menghargai langkah tegas Polri dan Kejaksaan Agung dalam mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi.

Respons ini muncul menyusul polemik penggeledahan sejumlah lokasi oleh aparat penegak hukum belakangan ini. Cucun menilai setiap lembaga memiliki mekanisme internal tersendiri untuk menegakkan hukum di Indonesia.

"Apapun itu ya kita hargai, bagaimana punya mekanisme sendiri-sendiri dalam melakukan langkah-langkah penegakan hukum," ujar Cucun, Kamis (9/7).

Baca juga:

Disorot Usai Penggeledahan Rumah di Sentul, Segini Harta Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah

Cucun mengaku belum menerima informasi mendalam mengenai detail lokasi maupun target penggeledahan.

"Kalau melakukan penggeledahan di tempat siapa, apa pun, saya belum update," tutur Cucun.

Penyitaan Aset Mewah Kasus Asabri dan Krakatau Steel

Sebelumnya, tim gabungan Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya menggeledah sejumlah tempat strategis. Operasi ini berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi pengadaan batu bara, PT Asabri, serta PT Krakatau Steel.

Polisi

Penyidik mengamankan berbagai barang bukti bernilai fantastis dari lokasi operasi. Korps Bhayangkara menyita uang tunai rupiah, pecahan mata uang asing senilai miliaran rupiah, emas batangan, hingga dokumen rahasia penunjang perkara.

Operasi Skala Besar di Belasan Lokasi Jakarta

Baca juga:

Disorot Usai Penggeledahan Rumah di Sentul, Segini Harta Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah

Aparat bergerak cepat menyisir kantong-kantong persembunyian aset koruptor. Total terdapat 12 lokasi berbeda di area Jakarta dan sekitarnya menjadi sasaran penggeledahan intensif.

Langkah agresif Kortastipidkor Polri ini bertujuan mempercepat kepastian hukum serta menyelamatkan kerugian keuangan negara dari sektor badan usaha milik negara (BUMN) dan komoditas utama.

Baca Artikel Asli