Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ditanya Soal Pelaku Bom Molotov Anggota FPI, Ini Respons Hasto

Zulfikar Sy - Rabu, 26 Agustus 2020

MetahPutih.com - PDIP menyerahkan proses hukum terhadap pelaku pelemparan bom molotov di sejumlah kantor partai di Jawa Barat. Dari 7 pelaku, 2 di antaranya merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI).

"Berkaitan dengan bom molotov yang menyerang kantor PDI Perjuangan, sejak semula partai telah menunjukan suatu tradisi untuk taat hukum. Ketika kantor DPP ini diserang (Peristiwa Kudatuli, red) dengan cara seperti itu, yang membunuh demokrasi, kami menempuh jalan hukum," kata Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menjawab wartawan seusai Pembukaan Sekolah Cakada PDIP Angkatan II secara virtual, Rabu (26/8).

Baca Juga:

Berikut Kronologi Penyerangan Bom Molotov di Kantor DPC PDIP Cianjur

"Karena itulah ketika ada pihak-pihak yang kemudian berada di luar jalur hukum kemudian menggunakan bom molotov, siapa pun dia apa pun latar belakangnya, orang itu anti-demokrasi dan orang itu anti-kemanusiaan," tambah Hasto.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (ANTARA/HO-DPP PDIP)
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (ANTARA/HO-DPP PDIP)

PDIP, kata Hasto, mengapresiasi Kepolisian yang telah merespons dan menindaklanjuti laporan terkait insiden pelemparan bom molotov itu. Tak hanya polisi, Hasto juga mengapresiasi jajaran internal PDIP yang tak ikut emosional menyikapi insiden itu.

Baca Juga:

Berikut Kronologi Penyerangan Bom Molotov di Kantor DPC PDIP Cianjur

"Kami apresiasi kepada Polri yang telah menindaklanjuti laporan kami dan kami juga mengapresiasi jajaran internal partai tidak ada yang emosional menanggapi itu dengan melakukan hal serupa. Seluruh kader tunduk dalam satu perintah bahwa dengan alasan apa pun kekerasan tidak dapat dibernarkan apalagi menggunakan bom molotov," kata Hasto. (Pon)

Baca Juga:

72 Terduga Teroris Ditangkap Densus, Pelaku Sebar Konten Radikal dan Belajar Buat Bom

Baca Artikel Asli