MerahPutih.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor 39 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Pembatasan Kapasitas Angkut dan Waktu Operasional Sarana Transportasi dalam Rangka PSBB. Aturan tersebut berlaku mulai 26 Januari sampai 8 Februari 2021 mendatang.
Pembatasan kapasitas angkut bagi pengguna moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang dilakukan dengan pembatasan jumlah orang maksimal 50 persen dari kapasitas angkut.
Baca Juga
Pengamat Nilai Ada Bawahan Jokowi yang 'Single Fighter' Ambil Kebijakan Tangani COVID-19
Dishub DKI juga menyesuaikan waktu operasional sarana transportasi umum masing-masing di ibu kota. Jam angkut moda transportasi ditambah 1 jam dari jadwal PPKM sebelumnya. Pada aturan kemarin diijinkan layanan sampai pukul 20.00 WIB.
Kini Transjakarta mulai beroperasi 05.00 hingga 21.00 WIB, Angkutan Umum Reguler 05.00 sampai 21.00 WIB, Moda Raya Terpadu (MRT) dari pukul 05.00 hingga 21.00 WIB, Lintas Raya Terpadu (LRT) mulai 05.30 hingga 21.00 WIB.
Kemudian angkutan Perairan melayani warga mulai dari pukul 05.00 sampai 18.00 WIB, dan Angkutan Tenaga Kesehatan TransJakarta beroperasi 20.30 - 23.00 WIB.
Kebijakan ini ditandatangani oleh Kepala Dishub DKI, Syafrin Liputo dan ditetapkan tanggal 26 Januari 2021.
Untuk Ojek Online (Ojol) dan Pangkalan diperbolehkan mengangkut penumpang dan wajib menerapkan protokol kesehatan. "Pengemudi Ojol dan Pangkalan dilarang berkerumun lebih dari lima orang," tulus SK Dishub DKI tersebut.
Baca Juga
[HOAKS atau FAKTA] Anies Antek Tiongkok Minta Sumbangan Saat APBD DKI Sekarat
Selanjutnya driver Ojol dan Pangkalan saat menunggu penumpang wajib menjaga jarak antar pengemudi dan parkir antar sepeda motor minimal satu meter
Perusahaan aplikasi Ojek Online wajib menerapkan Teknologi Informasi Geofencing agar pengemudi tidak berkerumun, dan menerapkan sanksi terhadap yang melanggar. (Asp)