MerahPutih.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah mendeteksi adanya tiga COVID-19 varian baru yang masuk ke Jakarta, yakni berasal dari India, Inggris, dan Afrika Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Widyastuti mengatakan, varian baru tersebut ditemukan dari hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) dari 19 kasus COVID-19. Temuan ini berasal dari pekerja migran Indonesia (PMI).
"Ada tiga varian yang ditemukan di Jakarta. Alfa (Inggris), Beta (Afrika Selatan), dan Delta (India)," kata Widyastuti di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin malam (14/6).
Baca Juga:
Epidemiolog Sebut Kenaikan COVID-19 8 Kali Lipat dari Data Pemerintah
Widyastuti menyampaikan, pekerja migran yang terjangkit COVID-19 varian baru itu tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran.
Menurutnya, lima dari 19 kasus varian baru merupakan warga negara Indonesia. Tapi sejauh ini, sudah dalam keadaan sehat dan sedang menjalani pemulihan.
Kendati demikian, Widyastuti menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan riwayat perjalanan belasan orang yang terpapar varian baru virus tersebut.
"Kita belum tahu pasti berasalnya dari mana, tapi kalau yang pekerja migran memang datang ke kita (sudah) positif," pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan mengatakan, kasus COVID-19 di Jakarta sudah mengkhawatirkan. Dalam sehari, rata-rata penambahan kasus corona mencapai 2.000 orang.
"Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting. Dan jika fase itu terjadi, maka kita harus ambil langkah drastis seperti yang pernah dialami bulan September lalu dan Februari lalu. Kita inginkan peristiwa itu tak berulang," ucap Anies saat Apel Patroli Skala Besar Gabungan yang diikuti jajaran Satpol PP, Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (13/6) malam.
Baca Juga:
Hasil Penyekatan di Suramadu, 3 Warga Terinfeksi COVID-19 Varian India
Adapun sejauh ini, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) untuk pasien COVID-19 di DKI telah mencapai angka 73 persen.
Kapasitas tempat tidur COVID-19 yang dimiliki DKI sebanyak 6.694. Sedangkan ruang intensive care unit (ICU) COVID-19 yang dipunya berjumlah 1.076 ruangan.
"Jadi 1 dari 4 pasien adalah warga luar DKI. Meskipun demikian kami tidak membeda-bedakan pelayanan baik untuk warga DKI maupun luar DKI," ungkapnya. (Asp)
Baca Juga:
Pokja Genetik UGM Pastikan Varian Baru COVID-19 Belum Terdeteksi di DIY