Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Dilarang Kawin di Luar Suku Bertahan Selama 150.000 Tahun

Ana Amalia - Selasa, 09 Desember 2014

MerahPutih Internasional- Sebuah tim ilmuwan internasional yang dipimpin ilmuwan Singapura telah membuktikan bahwa salah satu ras “murni” manusia yang tertua adalah suku Khoisa di Afrika Selatan.

Sejak kelahiran manusia moderen 200.00 tahun yang lalu, orang-orang Khoisa telah melakukan perkawinan hanya antar suku mereka saja selama 150.000 tahun terakhir, mereka mengisolasi diri secara genetik dari seluruh dunia.

Hingga saat ini mereka masih berburu binatang dengan busur ukiran dari kayu, menggunakan panah beruncing pendek dan berbicara mengunakan bahasa tertua di dunia.

Menurut Rektor Nanyang Technological University (NTU) Dr Stephan Schuster, yang memimpin penelitian, semua manusia saat zaman ini merupakan hasil campuran suku dan etnis lebih dari ratusan juta tahun lalu tapi tidak dengan suku Khoisa.

"Khoisa pemburu di Afrika Selatan selalu dianggap dirinya sebagai orang tertua," katanya.

Enam ilmuwan asal Singapura, Brasil dan Amerika Serikat membuat penelitian sekuensing genom atau genetic make-up untuk gen yang ada dalam suku Khoisa.

Setelah melihat genom 1.462 orang dari 48 kelompok etnis di seluruh dunia, para ilmuwan menemukan bukti bahwa nenek moyang Khoisa 'telah dicampur dengan salah satu kelompok lain.

Baca Artikel Asli