Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Diganjar Nilai Merah Oleh MSCI, Pasar Saham Indonesia Kena Semprot Isu Transparansi Kepemilikan

Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026

Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan dengan pelemahan 10,88 poin atau 0,18 persen ke posisi 6.161,46 pada Jumat (19/6). Sejalan dengan penurunan indeks acuan utama, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut merosot 2,37 poin atau 0,38 persen menuju level 614,55.

“Kiwoom Research menyarankan para investor monitor lekat-lekat level support terdekat 6.055, sekaligus memantau potensi break out neckline 6.300 demi menciptakan pola bullish reversal inverted head and shoulders,”

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata.

Baca juga:

Jumat Kelabu Pasar Saham: Rupiah dan IHSG Kompak Ambyar Berjamaah, LQ45 Longsor Kehilangan Poin Penting

Rapor Merah Transparansi dan Kebijakan Ketat BI

Sentimen negatif domestik bersumber dari keputusan lembaga pemeringkat internasional MSCI menurunkan skor Information Flow Indonesia dari "+" menjadi "-".

Penurunan ini berkaitan erat dengan buruknya isu transparansi kepemilikan saham, kepatuhan batas minimum saham publik (free float), serta aktivitas perdagangan semu terkoordinasi (coordinated trading behavior). Isu tata kelola ini menjadi alasan kuat investor asing masih enggan menanamkan modal secara agresif di Indonesia.

Kondisi pasar kian dinamis setelah Bank Indonesia (BI) mengambil langkah agresif mengantisipasi pelemahan nilai tukar. Rincian data kebijakan moneter serta kondisi pasar global terbaru:

Respons Pasar Saham Global dan Regional

Liza menambahkan, fokus pasar ke depan akan tertuju penuh pada implementasi kesepakatan damai AS-Iran, negosiasi nuklir Swiss, serta kelancaran jalur laut Selat Hormuz. Investor juga menantikan pengumuman krusial MSCI Annual Market Classification Review pada Rabu (24/6) pekan depan.

Baca juga:

BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam

Perdagangan saham global menunjukkan performa variatif pada penutupan Kamis malam. Bursa Eropa bergerak beragam dengan penguatan Euro Stoxx 50 sebesar 0,29 persen, sedangkan FTSE 100 Inggris melemah 1,14 persen.

Sebaliknya, Wall Street AS kompak menghijau ditopang lonjakan Nasdaq Composite sebesar 2,48 persen akibat penguatan Dolar AS. Area Asia pagi ini mencatat penguatan tipis indeks Nikkei sebesar 0,20 persen sementara bursa Shanghai dan Hang Seng meliburkan aktivitas operasional memperingati Festival Perahu Naga.

Baca Artikel Asli