Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Di Bawah Angka 6 Ribu, Jawa Barat Sumbang Penambahan Kasus COVID-19 Tertinggi

Mula Akmal - Kamis, 24 Maret 2022

MerahPutih.com- Penambahan kasus COVID-19 di Indonesia kembali ditekan di bawah angka 6 ribuan.

Satgas mencatat sebanyak 5.808 kasus baru COVID-19, Kamis (24/3) menjadi 5.986.830.

Lalu, pasien sembuh bertambah 18.272 menjadi 5.676.510.

Baca Juga:

Indonesia Buka Kemungkinan E-Voting pada Pemilu 2024

Kemudian, pasien meninggal bertambah 122 menjadi 154.343.

Tercatat sebanyak 159.954 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 7.875.

Total kasus aktif kini sebanyak 155.977.

Berikut sebaran penambahan kasus COVID-19 :

  1. Jawa barat: 1.229 kasus
  2. DKI Jakarta: 1.067 kasus
  3. Jawa Tengah: 625 kasus
  4. Banten: 459 kasus
  5. Jawa Timur: 368 kasus
  6. DI Yogyakarta: 308 kasus
  7. Nusa Tenggara Timur: 252 kasus
  8. Kalimantan Barat: 192 kasus
  9. Kalimantan Timur: 127 kasus
  10. Lampung: 116 kasus
  11. Bangka Belitung: 116 kasus
  12. Sumatera Utara: 110 kasus
  13. Riau: 99 kasus
  14. Sulawesi Selatan: 84 kasus
  15. Kalimantan Tengah: 77 kasus
  16. Sulawesi Tengah: 75 kasus
  17. Kepulauan Riau: 74 kasus
  18. Bali: 65 kasus
  19. Sumatera Barat: 55 kasus
  20. Jambi: 53 kasus
  21. Kalimantan Utara: 48 kasus
  22. Sumatera Selatan: 38 kasus
  23. Aceh: 36 kasus
  24. Sulawesi Barat: 29 kasus
  25. Papua: 28 kasus
  26. Sulawesi Utara: 22 kasus
  27. Kalimantan Selatan: 15 kasus
  28. Bengkulu: 13 kasus
  29. Gorontalo: 10 kasus
  30. Nusa Tenggara Barat: 5 kasus
  31. Sulawesi Tenggara: 4 kasus
  32. Maluku Utara: 4 kasus
  33. Papua Barat: 3 kasus
  34. Maluku: 2 kasus
Data Penambahan Kasus Covid-19. (Foto: Kemenkes)
Data Penambahan Kasus Covid-19. (Foto: Kemenkes)

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebut, dalam Presidensi G20 2022, fokus utama sektor kesehatan adalah memperkuat arsitektur kesehatan global dengan 3 sub issue prioritas.

Yang terdiri dari membangun sistem pertahanan kesehatan global, harmonisasi standart protocol kesehatan global dan mengembangkan pusat studi.

Termasuk manufaktur untuk pencegahan persiapan dan respon terhadap krisis kesehatan yang akan datang.

Nadia menambahkan, terdapat perbedaan yang mencolok dalam kapasitas tiap negara untuk mendeteksi, memantau patogen yang muncul dengan genomic survalen.

"Untuk mempersiapkan respon yang lebih efektif maka dari itu pemimpin negara negara G20 harus dapat membangun sistem pertahanan kesehatan global,” imbuhnya.(knu)

Baca Juga:

Cak Imin Isyaratkan 'Perang' Jika Posisi PKB di Kabinet Tergeser

Baca Artikel Asli