MerahPutih.com- Penambahan kasus COVID-19 di Indonesia kembali ditekan di bawah angka 6 ribuan.
Satgas mencatat sebanyak 5.808 kasus baru COVID-19, Kamis (24/3) menjadi 5.986.830.
Lalu, pasien sembuh bertambah 18.272 menjadi 5.676.510.
Baca Juga:
Kemudian, pasien meninggal bertambah 122 menjadi 154.343.
Tercatat sebanyak 159.954 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 7.875.
Total kasus aktif kini sebanyak 155.977.
Berikut sebaran penambahan kasus COVID-19 :
- Jawa barat: 1.229 kasus
- DKI Jakarta: 1.067 kasus
- Jawa Tengah: 625 kasus
- Banten: 459 kasus
- Jawa Timur: 368 kasus
- DI Yogyakarta: 308 kasus
- Nusa Tenggara Timur: 252 kasus
- Kalimantan Barat: 192 kasus
- Kalimantan Timur: 127 kasus
- Lampung: 116 kasus
- Bangka Belitung: 116 kasus
- Sumatera Utara: 110 kasus
- Riau: 99 kasus
- Sulawesi Selatan: 84 kasus
- Kalimantan Tengah: 77 kasus
- Sulawesi Tengah: 75 kasus
- Kepulauan Riau: 74 kasus
- Bali: 65 kasus
- Sumatera Barat: 55 kasus
- Jambi: 53 kasus
- Kalimantan Utara: 48 kasus
- Sumatera Selatan: 38 kasus
- Aceh: 36 kasus
- Sulawesi Barat: 29 kasus
- Papua: 28 kasus
- Sulawesi Utara: 22 kasus
- Kalimantan Selatan: 15 kasus
- Bengkulu: 13 kasus
- Gorontalo: 10 kasus
- Nusa Tenggara Barat: 5 kasus
- Sulawesi Tenggara: 4 kasus
- Maluku Utara: 4 kasus
- Papua Barat: 3 kasus
- Maluku: 2 kasus
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebut, dalam Presidensi G20 2022, fokus utama sektor kesehatan adalah memperkuat arsitektur kesehatan global dengan 3 sub issue prioritas.
Yang terdiri dari membangun sistem pertahanan kesehatan global, harmonisasi standart protocol kesehatan global dan mengembangkan pusat studi.
Termasuk manufaktur untuk pencegahan persiapan dan respon terhadap krisis kesehatan yang akan datang.
Nadia menambahkan, terdapat perbedaan yang mencolok dalam kapasitas tiap negara untuk mendeteksi, memantau patogen yang muncul dengan genomic survalen.
"Untuk mempersiapkan respon yang lebih efektif maka dari itu pemimpin negara negara G20 harus dapat membangun sistem pertahanan kesehatan global,” imbuhnya.(knu)
Baca Juga:
Cak Imin Isyaratkan 'Perang' Jika Posisi PKB di Kabinet Tergeser