Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Departemen Perang AS Butuh Rp 1,42 Kuadriliun Tutupi Biaya Operasi di Iran

Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026

MerahPutih.com - Iran menunda perundingan tingkat teknis dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Swiss, Jumat (19/6).

Penundaan ini sebagai protes atas pelanggaran gencatan senjata "yang terus berlanjut" oleh Israel, terutama di Lebanon selatan.

Para sumber mengatakan perunding utama Iran Bagher Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah bersiap terbang ke Swiss untuk menggelar perundingan langsung dengan AS. Namun, rencana perjalanan itu dibatalkan di saat-saat terakhir setelah menerima "arahan" dari "kepemimpinan tertinggi Iran."

Sementara itu, Departemen Perang AS telah meminta Kongres AS untuk mengalokasikan dana tambahan sebesar 80 miliar dolar AS (sekitar Rp 1,42 kuadriliun) guna menutupi biaya terkait operasi di Iran serta biaya-biaya lainnya. Kabar itu dilaporkan Wall Street Journal dengan mengutip pihak-pihak yang mengetahui pembahasan tersebut.

Baca juga:

DPR Ingatkan Pemerintah: Perdamaian AS–Iran Bukan Euforia, Rakyat Butuh BBM Murah

Wakil Menteri Pertahanan Stephen Feinberg menyampaikan kebutuhan finansial militer tersebut dalam percakapan telepon dengan anggota Kongres AS pekan ini, menurut laporan pemberitaan yang terbit pada Kamis malam itu.

Selain itu, pimpinan Pentagon memperingatkan bahwa mereka mungkin akan kehabisan dana operasional pada musim panas ini jika Kongres gagal mengesahkan rancangan undang-undang belanja militer yang baru, tambah surat kabar tersebut. Anggaran Pentagon untuk tahun fiskal 2026 saat ini adalah mencapai sekitar 1 triliun dolar AS.

Baca Artikel Asli