MerahPutih.com - Nama Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) kembali dicatut dalam urusan politik dukungan Pilpres 2019. Beredar poster acara deklarasi Iluni UI mendukung pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang bakal digelar Sabtu 12 Januari 2019.
Pengurus Iluni UI pun langsung bereaksi keras terhadap aksi pencatutan itu. Bahkan, mereka telah resmi mengajukan surat somasi pada 12 Desember lalu untuk menggugat pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab itu.
"Sangat disayangkan masih adanya pihak-pihak yang berusaha menyeret ILUNI UI ke dalam politik praktis. Hal ini terbukti dengan beredarnya undangan deklarasi yang menempatkan ILUNI UI seakan-akan selaku pengundang, padahal hal ini jelas tidak benar termasuk penggunaan foto dan nama Pengurus ILUNI UI," demikian surat somasi yang ditandatangani Ketua Umum Iluni UI Arief Budhy Hardono dan Sekjen Andre Rahadian, dikutip dari laman resmi iluni.ui.ac.id, Senin (17/12).
Dalam somasi itu, Iluni Ui menegaskan beredarnya undangan deklarasi dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf itu tidak dapat dipungkiri telah meresahkan alumni Universitas Indonesia.
Demi menjaga netralitas Iluni UI dalam hal politik praktis dan dalam rangka penegakan hukum, mereka menuntut pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menghentikan, menarik dan membekukan peredaran undangan deklarasi dukungan Pilpres yang mencatut nama Iluni UI itu. "Meminta maaf kepada Iluni UI," tegas surat somasi Iluni UI.
Untuk diketahui, sebelumnya beredar di media sosial poster undangan acara deklarasi Iluni UI mendukung Jokowi-Ma'ruf di Plaza Pintu Senayan Gelora Bung Karno, Sabtu 19 Januari 2019.
Surat undangan itu berlatar kuning, dengan wajah Jokowi dan Ma'ruf Amin sambil mengacungkan jari telunjuk. Dalam poster tersebut juga tampak foto Ketua Iluni UI Arief Budhy Hardono dan beberapa orang berjaket kuning. (*)