Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Daftar Wilayah Indonesia dengan Rasio Tertinggi dan Terendah Kasus COVID-19

Andika Pratama - Rabu, 24 Juni 2020

MerahPutih.com - Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Dewi Nur Aisyah, memaparkan data kabupaten kota yang memiliki kasus Corona tertinggi. Hasilnya, Jakarta Pusat menduduki peringkat teratas.

Meski begitu, Dewi menjelaskan ada juga daerah-daerah yang sudah terdampak. Namun, memiliki kasus Corona rendah, seperti Tegal, Blora, dan Aceh.

Baca Juga

9 Pedagang Positif COVID, Pasar Palmerah Bakal Ditutup

"Juga ada daerah-daerah yang sudah terdampak, namun ternyata kasusnya rendah. Contohnya paling pertama adalah Kabupaten Tegal, Blora, Lebak, Aceh Utara, dan Rokan Hulu adalah lima kabupaten dengan insiden kasus terendah meskipun sudah terdampak," jelasnya, Rabu (24/6)

Terkait dengan jumlah kematian berdasarkan pasien positif Corona, Dewi menyebut DKI Jalarta juga menempati jumlah terbanyak. Selain DKI, ada juga Kalimantan Selatan dan Banten.

"Kita melihat kematian bukan berdasarkan jumlah, tapi harus berdasarkan jumlah positif yang ditemukan pada lokasi tersebut maupun berdasarkan jumlah penduduk, karena kalau penduduk dari DKI Jakarta untuk provinsi menempati peringkat pertama, kedua Kalimantan Selatan, ketiga Jatim, keempat Sulsel, dan kelima adalah Banten," ungkapnya.

Petugas kesehatan melakukan pengetesan usap kepada peserta tes COVID-19 di Rusunawa Jati Rawasari, Kamis (18/6/2020). ANTARA/Livia Kristianti/am.
Petugas kesehatan melakukan pengetesan usap kepada peserta tes COVID-19 di Rusunawa Jati Rawasari, Kamis (18/6/2020). ANTARA/Livia Kristianti/am.

Untuk angka kematian dengan jumlah per 100 penduduk, jumlah terbanyak adalah Surabaya, Banjarmasin, Manado, dan Jakarta Pusat di urutan keempat.

"Untuk angka kematian kita lihat jumlah per 100 ribu penduduk, kita bisa lihat pertama adalah Surabaya, kedua Banjarmasin, ketiga Manado, keempat Jakpus, dan kelima kota Makassar. Ini adalah PR kita bersama dan monitoring kita bersama, bagaimana kita dapat bergerak menuju perbaikan," ucap Dewi.

Berikut Top 10 Kab/Kota dengan Insiden Kasus Tertinggi:

1. Jakarta Pusat, DKI (149,2 per 100.000 penduduk)
2. Jayapura, Papua (108 per 100.000 penduduk)
3. Surabaya, Jatim (107,6 per 100.000 penduduk)
4. Banjarmasin, Kalsel (94,5 per 100.000 penduduk)
5. Mataram, NTB (20,10 per 100.000 penduduk)
6. Luwu Timur, Sulsel (87,6 per 100.000 penduduk)
7. Mimika, Papua (87,3 per 100.000 penduduk)
8. Manado, Sulut (79,6 per 100.000 penduduk)
9. Jayapura, Papua (78,5 per 100.000 penduduk)
10. Makassar, Sulsel (73,7 per 100.000 penduduk).

Gugus Tugas telah mengembangkan sistem informasi terintegrasi 'Bersatu Lawan COVID-19' yang dapat memantau perkembangan penanganan virus corona di Indonesia. Ia mengungkapkan aplikasi ini mengintegrasikan data kesehatan dan non kesehatan terkait virus corona.

"Sampai saat ini, kita telah miliki lebih dari 76 ribu data penyelidikan data epidemiologi, 245.000 data pasien COVID yang terdapat di RS, 380.000 data pemeriksaan laboratorium. Begitu juga data logistik, data mobilitas penduduk yang juga bisa dilihat," jelas Dewi

Dewi menjelaskan, data-data ini dikumpulkan dari puskesmas, rumah sakit, hingga Dinas Kesehatan daerah. Data ini kemudian diolah dan dianalisis dalam bentuk grafik serta dasbor yang sama.

Seluruh data terintegrasi yang terkumpul ini nantinya bisa diakses oleh Gugus Tugas pusat dan daerah, kementerian, lembaga, hingga kepala daerah.

"Sehingga penghitungan indikator kesehatan dan perkembangan kasus dapat dilihat bersama menggunakan satu data yang sama," tuturnya.

Dewi mengungkapkan pihaknya menggunakan basis teknologi. Di mana ada integrasi big data, penggunaan otomasi machine learning, hingga advance analysis.

Sementara dasbor yang dimiliki BLC ini dapat menunjukkan pergerakan kasus virus corona di Indonesia secara kumulatif, data pasien positif berdasarkan gejala dan kondisi penyerta, status riwayat perjalanan, hingga tempat pasien dirawat.

Baca Juga

Pemerintah Bersikukuh Tes CPNS Lanjut Terus Saat Pandemi COVID-19, DPR Manut

"Selain data surveilans, kita juga memiliki data RS yang terkumpul di lebih dari 1.687 rumah sakit di seluruh Indonesia. Dengan angka yang sama untuk melihat perkembangan ODG, PDP ODP, pasien positif, kontak perjalanan, dan kontak erat," jelas Dewi.

"Kita juga memiliki mobile aplikasi Bersatu Lawan COVID untuk memantau pergerakan penduduk dari satu daerah ke daerah yang lain," tutupnya. (Knu)

Baca Artikel Asli