Curah Hujan Tinggi, BPBD Solo Ingatkan Kelurahan Rawan Banjir Siagakan Pompa Air
Kamis, 23 Januari 2025 -
MERAHPUTIH.COM - BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Jawa Tengah, meminta kelurahan rawan banjir untuk menyiapkan pompa air. Langkah tersebut dilakukan karena melihat curah hujan tinggi.
Kepala BPBD Solo Niko Agus Putranto mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan akan potensi bencana banjir seiring siklus cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Intensitas hujan deras dengan durasi panjang yang rutin dalam beberapa hari belakangan membuat BPBD dan pemangku kepentingan terkait memastikan seluruh fasilitas pompa siap dioperasikan,” kata Nico, Rabu (22/1).
Dia mengatakan seluruh sarana dan prasarana kebencanaan harus disiagakan
seiring meningkatnya cuaca ekstrem yang muncul dalam beberapa waktu terakhir. Terlebih debit Sungai Bengawan Solo sedang naik.
Baca juga:
Kisah Heroik Tim SAR Selamatkan Siswi 17 Tahun dari Derasnya Arus Bengawan Solo
“Kami melihat sejumlah fenomena banjir lokal baik berupa banjir yang dipicu genangan maupun banjir yang muncul karena luapan anak sungai yang terjadi baru-baru ini,” kata dia.
Dia mengatakan sejumlah peralatan antisipasi banjir juga disiagakan seperti 5 pompa portabel dan 2 pompa mobile siap digunakan sewaktu-waktu. “Kendaraan operasional dan ambulans juga telah kami siapkan beserta perlengkapan tenda pengungsi beserta perlengkapannya jika sewaktu-waktu diperlukan evekuasi,” ucap dia
Di puncak musim penghujan ini, ia khususnya mengimbau masyarakat yang ada di wilayah rawan banjir dan genangan untuk bisa melakukan antisipasi dini.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah pada Rabu (22/1) merilis surat edaran (SE) Kewaspadaan Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah Jawa Tengah untuk tiga hari mendatang, yaitu 23-25 Januari 2025.
Dalam edaran tersebut, fenomena cuaca ekstrem yang terjadi di Jawa Tengah disebut dipicu gangguan atmosfer seperti sirkulasi siklonik, aktifnya gelombang Ekutorial Rossby, kelembapan udara yang memicu pembentukan awan hujan, hingga labilitas udara yang menyebabkan terbentuknya awan Cumulunimbus di wilayah Jawa Tengah.
Adanya hal tersebut membuat sejumlah wilayah di Jawa Tengah, termasuk beberapa daerah di Eks Karesidenan Surakarta berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada periode 23-25 Januari 2025.
“Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana diimbau untuk terus waspada dan siaga terutama saat terjadi hujan deras untuk mengantisipasi dampak yang dapat terjadi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, sambaran petir, dan pohon tumbang,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Semarang, Yoga Sambodo.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Pemkot Solo Gelar Grebeg Sudiro, Bagikan 5.000 Kue Keranjang Gratis untuk Masyarakat