MERAHPUTIH.COM - SASTRAWAN Eka Kurniawan akan segera meluncurkan karya buku novel teranyarnya bertajuk Coreng Hitam. Ini menjadi buku pertamanya setelah hampir dua tahun tak merilis buku. Dalam kegiatan bincang santai sekaligus buka bersama dengan Gramedia, Eka hadir sebagai tamu utama. Pria 50 tahun itu dengan bangga bisa kembali hadir dengan tulisannya yang 'nakal', membangkitkan narasi kritis di benak pembaca dan tentu akan menggelitik moral hidup hari ini.
Eka menceritakan kali ini dia membawa kisah dari kehidupan sekelompok anak remaja yang latar tempatnya banyak terjadi di pasar. Lokasi ini menandai banyak perkembangan karakter cerita di dalamnya.
"Secara garis besar, ini tentang sekolompok anak remaja 16 tahun ke bawah yang suka main di pasar. Anak-anak ini membentuk masyarakat kecil sendiri dan mereka terpapar oleh beberapa buku," kata dia saat ditemui di acara Jendela Edukasi dan Dialog Media (JEDA) di Tjikini Lima, Jakarta Pusat, Selasa (10/3).
Walaupun telah membeberkan sedikit terkait dengan cerita bukunya, Eka mencoba merayu pembacanya bahwa 'buku-buku' ini lah yang memicu aksi dan reaksi konflik dalam perjalanan para tokoh dalam ceritanya.
Baca juga:
Eka Kurniawan Bicara soal Kolaborasi dengan Palari Films di Film 'Monster Pabrik Rambut'
"Saya enggak bisa ceritakan bukunya karena itu poin yang sangat penting. Hal yang membuat mereka kayak punya pemikiran tertentu, ide tertentu tanpa mereka sadari membentuk sejarah Indonesia," katanya.
Eka menyebut pemilihan latar pasar sebagai plot cerita bukunya kali ini hadir dengan porsi yang lebih besar bahkan sampai 75 persen. Hal tersebut bisa terjadi karena, menurut Eka, pasar merupakan bagian dari kehidupan personal penulis yang banyak memberikannya ide. Bukan hanya untuk novelnya yang baru, melainkan juga novel-novel lainnya seperti Cantik itu Luka.
"Karena ada dua hal, pertama ibu saya jualan di pasar Pangandaran. Hampir tiap pulang sekolah, saya pergi ke pasar, setidaknya untuk minta makan siang, banyak anak di sana juga, karena dari rumah ke pasar itu enggak terlalu jauh. Kedua, bahkan sampai SMA pun gitu, karena dari rumah ke SMA itu ngelewatin pasar juga," katanya.
"Novel kali imi benar-benar secara spesifik aku bikin dengan setting yang sebagian besar, mungkin 75 persen tuh di pasar. Meskipun sebenernya bukan cerita tentang pasar, di setting berpengaruh," imbuhnya.
Eka menceritakan naskah novel ini sudah digarap sejak 2017 dan telah rampung. Tinggal menunggun momentum perilisan.(tka)
Baca juga: