Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Penghargaan Sastra 2025: Merawat Nurani Bangsa di Tengah Ledakan Teknologi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 14 November 2025
Penghargaan Sastra 2025: Merawat Nurani Bangsa di Tengah Ledakan Teknologi

Empat sastrawan meraih Penghargaan Sastra 2025 yang diselenggarakan Denny JA Foundation. (Foto: Dok Denny JA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Empat sastrawan terpilih meraih Penghargaan Sastra 2025 yang diselenggarakan Denny JA Foundation. Penghargaan ini diberikan melalui tiga lembaga: Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena, Lembaga Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai, dengan total hadiah lebih dari Rp 155 juta.

Di tengah percepatan teknologi dan era digital, penghargaan ini menegaskan bahwa karya sastra dengan kedalaman estetik, kekuatan moral, serta empati kemanusiaan tetap menjadi fondasi penting bagi kehidupan intelektual bangsa.

Seluruh penghargaan, kecuali kategori Puisi Esai Award, dinilai oleh dewan juri gabungan: Okky Madasari, Anwar Putra Bayu, Dhenok Kristiadi, Hamri Manoppo, Muhammad Thobroni, Wayan Suyadnya, dan Victor Manengkey.

Komposisi juri lintas disiplin, wilayah, dan tradisi literasi, dari Sumatra hingga Papua, menjadi jaminan bahwa penilaian dilakukan secara berimbang dan kredibel.

Baca juga:

Peluncuran Bunga Besi: Perayaan Sastra Visual dan Kolaborasi Lintas Disiplin

Penerima Penghargaan Sastra 2025

  • Satupena Lifetime Achievement Award – Sutardji Calzoum Bachri

Sutardji Calzoum Bachri dianugerahi Satupena Lifetime Achievement Award 2025 atas kontribusinya yang luar biasa dalam merevolusi bahasa Indonesia.

Dikenal sebagai 'Presiden Penyair Indonesia', ia memandang kata sebagai makhluk hidup dan mengembalikan puisi kepada akar magisnya: mantra.

Melalui karya monumental seperti O Amuk Kapak dan Tragedi Winka & Sihka, Sutardji memerdekakan bahasa dari penjara makna, membuka era baru spiritualitas linguistik, dan menjadi rujukan estetik serta moral bagi generasi penyair setelahnya.

  • Dermakata Award 2025 – Non-Fiksi: Sindhunata

Romo Sindhunata meraih Dermakata Award kategori Non-Fiksi berkat kemampuannya mengubah tawa rakyat menjadi filsafat hidup. Lewat Ilmu Ngglethek dan Opo Jare Tekek, ia menempatkan ludruk dan jula-juli sebagai cermin kebijaksanaan wong cilik.

Dengan latar pendidikan doktoral di München dan pengalaman panjang sebagai penulis serta pastor, Sindhunata memadukan riset akademik, humanisme, dan empati pastoral, menjadikan non-fiksi sebagai ziarah batin yang merawat akar budaya.

  • Dermakata Award 2025 – Fiksi: Kaisar Deem

Kaisar Deem memperoleh penghargaan melalui kumpulan cerpen Jose Kecil dalam Dirimu. Ia mengangkat memori kelam sejarah lewat sosok Jose, bocah penyintas Timor Leste yang berbicara dengan bahasa jujur dan mengguncang.

Lahir dari keluarga sederhana di Makassar, Kaisar memilih jalur realisme sosial—mengangkat luka yang tak terlihat, penderitaan yang terlupakan, serta ketidakadilan yang jarang diberi ruang. Karyanya dipuji karena kepekaan moral dan keberaniannya mengungkap sisi gelap kemanusiaan.

  • Puisi Esai Award 2025 – Fatin Hamama

Fatin Hamama dinobatkan sebagai penerima Puisi Esai Award 2025 berkat kemampuannya memadukan riset sosial, spiritualitas, dan suara kemiskinan urban ke dalam karya puitik yang lembut namun kuat.

Lewat Puisi dan Bunga Kangkung serta Mazmur Duka Mazmur Cinta, ia menulis dari lorong-lorong kehidupan: tepian kali, tubuh lapar, cinta patah, dan kota yang kehilangan arah. Sebagai lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, Fatin turut membawa puisi esai ke forum internasional sebagai medium empati dan penyembuhan.

Baca juga:

Penulis Hungaria Laszlo Krasznahorkai Raih Hadiah Nobel Sastra, Dianugerahi atas Karya yang Memikat dan Visioner

“Empat penerima penghargaan tahun ini menunjukkan bahwa di tengah teknologi yang semakin canggih, masyarakat tetap membutuhkan kedalaman kata-kata,” ujar Pendiri Denny JA Foundation, Denny JA, Jumat (14/11).

Menurutnya, para pemenang bukan sekadar penulis, tetapi penjaga nurani bangsa. Karya-karya mereka mengingatkan bahwa kata yang jujur dapat menjadi cahaya bagi masyarakat menuju kemanusiaan yang lebih luhur.

Denny JA Foundation menegaskan komitmennya membangun ekosistem literasi Indonesia melalui dana abadi penghargaan penulis, program penerjemahan, serta dukungan bagi kreator di era AI.

Di tengah dunia yang dipenuhi algoritma dan artificial intelligence, karya-karya para pemenang justru menegaskan keunggulan manusia: hati yang berempati, pikiran yang merenung, dan kata-kata yang menyentuh jiwa.

Melalui Penghargaan Sastra 2025, yayasan kembali mengingatkan bahwa karya yang empatik, jujur, dan bernilai estetik adalah pilar penting dalam membangun peradaban Indonesia. (Asp)

#Sastra #Sastrawan #Denny JA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Denny JA Ukir Sejarah, Buku Puisi Esainya Diterjemahkan 35 Bahasa usai Raih BRICS Award 2025
Denny JA baru saja mencetak sejarah. Buku puisi esainya kini diterjemahkan ke dalam 35 bahasa.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
Denny JA Ukir Sejarah, Buku Puisi Esainya Diterjemahkan 35 Bahasa usai Raih BRICS Award 2025
Indonesia
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Pendiri LSI, Denny JA, memperkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital. Ia menyoroti peristiwa yang terjadi pada Agustus 2025.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Indonesia
Denny JA Ungkap Fenomena DVC, Kelas Sosial Baru di Era Kapitalisme Algoritma
Pendiri LSI, Denny JA mengatakan, bahwa Indonesia sedang menyaksikan kemunculan kelas sosial baru, yaitu Digitally Vulnerable Class (DVC).
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
Denny JA Ungkap Fenomena DVC, Kelas Sosial Baru di Era Kapitalisme Algoritma
Indonesia
Kedekatan Indonesia dan Prancis Dinilai Cerminkan Kemandirian Geopolitik
Denny JA menilai kedekatan Indonesia dan Prancis mencerminkan lahirnya kekuatan baru negara-negara menengah yang ingin tetap berdaulat
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Mei 2026
Kedekatan Indonesia dan Prancis Dinilai Cerminkan Kemandirian Geopolitik
Indonesia
LSI Denny JA Sebut Pidato Prabowo Jadi Deklarasi Arah Ekonomi Baru Indonesia
Denny JA menilai pidato Presiden Prabowo pada 20 Mei 2026 menjadi deklarasi arah ekonomi baru Indonesia berbasis Pasal 33 UUD 1945 dan industrialisasi nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
LSI Denny JA Sebut Pidato Prabowo Jadi Deklarasi Arah Ekonomi Baru Indonesia
ShowBiz
'Coreng Hitam', Novel Baru Eka Kurniawan yang Disebut Paling Nakal dan Provokatif
Kali ini dia membawa kisah dari kehidupan sekelompok anak remaja yang latar tempatnya banyak terjadi di pasar.
Dwi Astarini - Kamis, 12 Maret 2026
'Coreng Hitam', Novel Baru Eka Kurniawan yang Disebut Paling Nakal dan Provokatif
Indonesia
Denny JA Donasikan Seluruh Dana BRICS Literature Award 2025 untuk Pengembangan Sastra Dunia
Sastrawan Indonesia, Denny JA, mendonasikan seluruh dana BRICS Literature Award 2025 untuk mengembangkan sastra dunia.
Soffi Amira - Minggu, 25 Januari 2026
Denny JA Donasikan Seluruh Dana BRICS Literature Award 2025 untuk Pengembangan Sastra Dunia
Indonesia
2 Sastrawan Dunia Raih BRICS Award 2025, Denny JA Bawa Arah Baru bagi Sastra Modern
Denny JA meraih BRICS Award 2025 bersama sastrawan asal Mesir, Salwa Bakr. Denny membawa arah baru dalam sastra modern.
Soffi Amira - Senin, 01 Desember 2025
2 Sastrawan Dunia Raih BRICS Award 2025, Denny JA Bawa Arah Baru bagi Sastra Modern
Indonesia
Denny JA Raih Penghargaan Sastra BRICS 2025, Tegaskan Representasi Asia, Afrika, hingga Amerika Latin
Denny JA memenangkan BRICS Award 2025 dan menyerukan pentingnya suara Asia, Afrika, dan Amerika Latin dalam sastra global. Puisi Esai turut jadi sorotan.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 30 November 2025
Denny JA Raih Penghargaan Sastra BRICS 2025, Tegaskan Representasi Asia, Afrika, hingga Amerika Latin
Indonesia
Denny JA Raih BRICS Award for Literary Innovation Berkat Kontribusi pada Genre Puisi Esai
Penulis Denny JA meraih BRICS Award for Literary Innovation. Penghargaan ini memperkuat posisi sastra Indonesia di panggung global.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 November 2025
Denny JA Raih BRICS Award for Literary Innovation Berkat Kontribusi pada Genre Puisi Esai
Bagikan