MerahPutih.com - Charta Politika Indonesia merilis survei elektabilitas partai politik peserta pemilu 2019. Hasilnya, elektabilitas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merosot tajam lantaran eks ketua umumnya Romahurmuziy (Romi) ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Direktur Riset Charta Politika Muslimin mengatakan, elektabilitas PPP hanya 2,4 persen. Padahal, pada Pemilihan Legislatif 2014 lalu, partai berlambang Kabah itu memperoleh suara 6,5 persen.
"Ada partai lama yang relatif turun, yaitu PPP. Kalau dilihat angkanya dari 4,3 kemudian 3,6 kemudian (sekarang) 2,4 persen," kata Muslimin di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/3).
Menurut Muslimin, penangkapkan Romi oleh KPK menjadi faktor penurunan perolehan suara PPP. Dengan persentase 2,4 persen partai berbasis Islam itu diprediksi tak lolos Parlementery Thereshold (PT)
BACA JUGA
Gerindra Percaya Diri Prabowo-Sandi Raup 70 Persen Suara dari Sukabumi
Elektabilitas Prabowo Mentok, Kubu Jokowi Duga Rakyat Jengah dengan Ucapannya
Anies Bongkar Penyebab Banjir di Kawasan Pancoran
"Terutama ketika ketua umumnya kena OTT KPK. Kebetulan survei kita dilakukan saat OTT. Penurunan ini sedikit banyak berpengaruh karena ketumnya terkena OTT," ungkap Muslimin.
Romi bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemena Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag.
Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.
Survei nasional Charta Politika dilakukan pada 19-25 Maret 2019 dengan melibatkan 2000 responden yang tersebar di 34 Provinsi. Sampel ditarik secara multistage random sampling dengan margin of error 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Pon)