Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia

Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026

MerahPutih.com - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah mulai mengungkap berbagai persoalan kesehatan yang dialami siswa di Indonesia.

Meski demikian, pemerintah menilai temuan tersebut menjadi modal penting untuk membangun fondasi sumber daya manusia unggul di masa depan melalui deteksi dan penanganan sejak dini.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan, program CKG Sekolah sepanjang 2025 menemukan tiga persoalan kesehatan terbesar pada siswa.

Ketiga masalah tersebut meliputi gangguan kebugaran sebesar 60,69 persen, karies gigi 47,24 persen, serta anemia 27,49 persen.

“Melalui CKG, pemerintah memperoleh data kesehatan siswa secara lebih sistematis. Dan data ini menjadi dasar untuk merancang intervensi yang lebih tepat, baik di sektor pendidikan maupun di kesehatan,” kata Qodari.

Baca juga:

Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi

Sepanjang Januari hingga awal Mei 2026, pemerintah mencatat sebanyak 4.883.890 siswa telah menjalani skrining kesehatan dari total 45.596 sekolah.

Sementara berdasarkan data terbaru tahun ini, program CKG kembali menemukan sejumlah persoalan kesehatan yang cukup dominan di kalangan pelajar.

Tiga masalah kesehatan terbesar yang ditemukan ialah gigi berlubang sebesar 41,5 persen, peningkatan tekanan darah 22,1 persen, serta penumpukan kotoran telinga sebesar 8,6 persen.

Baca juga:

Menkes Perluas Jangkauan CKG Buntut Anak 11 hingga 14 Tahun Bunuh Diri di Awal Tahun 2026

Qodari menegaskan program CKG menjadi langkah pemerintah untuk menjemput bola agar seluruh anak Indonesia mendapatkan akses layanan kesehatan dasar secara merata tanpa terkecuali.

Menurut dia, data yang dikumpulkan melalui pemeriksaan kesehatan di sekolah akan menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan lanjutan di bidang pendidikan maupun kesehatan masyarakat.

Program skrining kesehatan di sekolah juga dinilai penting untuk mendeteksi penyakit atau gangguan kesehatan yang selama ini kerap tidak disadari siswa maupun orang tua. (Asp)

Baca Artikel Asli