MerahPutih.com - Cara cek desil Kemensos go id 2026 menjadi informasi yang banyak dicari masyarakat, terutama setelah desil kembali dikaitkan dengan pembatasan pembelian Pertalite bagi kelompok masyarakat tertentu.
Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Masyarakat dapat mengecek desil yang tercatat dalam data pemerintah menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui situs resmi Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos).
Data yang digunakan dalam layanan tersebut bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Apa Itu Desil?
Desil adalah pemeringkatan keluarga berdasarkan kondisi sosial ekonomi relatif dibandingkan keluarga lainnya. Dalam DTSEN, keluarga dibagi ke dalam 10 kelompok atau desil.
Baca juga:
Desil 1 sampai 10 Artinya Apa? Begini Cara Cek Desil Bansos Pakai NIK
Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Setiap desil mencakup sekitar 10 persen keluarga dalam pemeringkatan tersebut. Karena itu, desil tidak dapat diartikan sebagai nominal pendapatan, jumlah kekayaan, maupun ukuran kemiskinan secara langsung.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa desil merupakan ukuran relatif.
“Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga,” jelas Amalia melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Penentuan desil mempertimbangkan berbagai karakteristik secara bersamaan, seperti kondisi rumah, sumber air minum, energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta disabilitas.
Penghitungan menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT). Dengan metode ini, satu indikator seperti pekerjaan, penghasilan, atau daya listrik tidak secara otomatis menentukan seseorang masuk desil tertentu.
Baca juga:
Cek Bansos Agustus 2026: BPNT Tahap 2, PKH, hingga Status Desil
Arti Desil 1 sampai 10

Secara sederhana, pembagian desil dalam DTSEN dapat dipahami sebagai berikut:
- Desil 1: 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah.
- Desil 2: kelompok berikutnya dalam pemeringkatan kesejahteraan.
- Desil 3: kelompok ketiga.
- Desil 4: bagian dari 40 persen kelompok kesejahteraan terbawah.
- Desil 5: berada di sekitar kelompok tengah.
- Desil 6: kelompok dengan posisi kesejahteraan relatif lebih tinggi.
- Desil 7: kelompok kesejahteraan relatif lebih tinggi.
- Desil 8: kelompok kesejahteraan relatif tinggi.
- Desil 9: termasuk 20 persen kelompok kesejahteraan teratas.
- Desil 10: 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Perlu dipahami, semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi relatif kesejahteraannya. Sebaliknya, angka desil yang semakin besar menunjukkan posisi kesejahteraan relatif yang semakin tinggi.
Desil Berapa yang Jadi Prioritas Bansos?
Desil juga digunakan pemerintah sebagai salah satu informasi dalam menentukan sasaran program bantuan sosial.
Berdasarkan informasi pada layanan Cek Bansos Kemensos, desil 1 sampai 4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan bantuan Sembako.
Sementara itu, desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.
Namun, masuk ke dalam desil tertentu tidak otomatis membuat seseorang menjadi penerima seluruh program bantuan. Penetapan penerima tetap mengikuti kriteria, ketentuan, kuota, dan mekanisme masing-masing program.
Baca juga:
Cara Cek Desil Online Pakai NIK Lewat HP, Pahami Arti Desil 1 sampai 10
Ringkasan Desil dan Kaitannya dengan Bansos
>Cara Cek Desil Kemensos Go Id 2026 Pakai NIK

Masyarakat dapat melakukan cek desil Kemensos go id 2026 secara online melalui situs resmi Cek Bansos. Pengecekan bisa dilakukan menggunakan HP maupun komputer.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka browser melalui HP atau komputer.
- Akses situs cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
- Masukkan kode verifikasi atau captcha yang tersedia.
- Segarkan kode jika tulisan captcha sulit dibaca.
- Klik Cari Data.
- Tunggu sampai sistem menampilkan informasi yang tersedia.
Hasil pencarian bergantung pada data yang tercatat dalam DTSEN. Karena itu, masyarakat perlu memastikan NIK yang dimasukkan sesuai dengan data kependudukan.
Layanan resmi Cek Bansos Kemensos: cekbansos.kemensos.go.id
Baca juga:
Warga Tercatat Desil 10 Bakal Segera Rasakan Pembatasan BBM Subsidi
DTSEN Jadi Basis Data Sosial Ekonomi Pemerintah
DTSEN menjadi salah satu rujukan pemerintah untuk mendukung perencanaan, penetapan sasaran, serta evaluasi berbagai program. Data tersebut dibangun melalui integrasi sejumlah basis data, termasuk DTKS, P3KE, dan Regsosek.
Pemanfaatan DTSEN diatur melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Dalam pelaksanaannya, BPS bertugas menyusun dan mengelola DTSEN, sedangkan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah berperan dalam penyediaan data dan pemutakhiran sesuai kewenangannya.
Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 mencakup 290,13 juta record individu dan 95,98 juta record keluarga.
Data tersebut terus diperbarui melalui berbagai sumber, termasuk data administrasi, sensus dan survei, pemutakhiran kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, pengecekan lapangan, serta informasi dari masyarakat.
Bagaimana Jika Data Desil Tidak Sesuai?
Masyarakat yang menemukan data dirinya atau keluarganya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat mengajukan pembaruan melalui kanal resmi.
Baca juga:
BPS Luruskan Salah Kaprah Publik, Desil Bukan Ukuran Tunggal Kondisi Ekonomi Keluarga
Beberapa kanal yang tersedia antara lain Cek Bansos Kemensos, aplikasi Cek Bansos, SIKS-NG melalui operator desa atau kelurahan, serta layanan Cek DTSEN BPS.
Pengajuan pembaruan tidak berarti posisi desil langsung berubah. Data yang disampaikan akan menjadi bagian dari proses pemutakhiran dan penghitungan kembali sesuai metode yang berlaku.
“BPS bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran untuk menjaga kualitas DTSEN agar semakin mencerminkan kondisi masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam memastikan informasi diri dan keluarganya sesuai kondisi sebenarnya juga menjadi bagian penting dari proses tersebut,” ujar Amalia.