MerahPutih.com - Cek desil online kini bisa dilakukan masyarakat melalui layanan resmi Cek Bansos.
Pengecekan dapat dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) 16 digit yang tercantum pada KTP tanpa harus datang langsung ke kantor untuk sekadar melihat data yang tersedia.
Informasi mengenai desil menjadi penting karena berkaitan dengan pemetaan tingkat kesejahteraan keluarga dan dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam penentuan sasaran program bantuan sosial.
Laman resmi Cek Bansos Kemensos menjelaskan bahwa sumber data yang digunakan adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dalam sistem tersebut, keluarga dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan sejumlah variabel sosial ekonomi.
Lantas, bagaimana cara cek desil online lewat HP? Apa arti desil 1 sampai 10 dan bagaimana jika hasil desil tidak sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga?
Berikut penjelasannya.
Baca juga:
Desil 1 sampai 10 Artinya Apa? Begini Cara Cek Desil Bansos Pakai NIK
Apa Itu Desil?
Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan ke dalam 10 kelompok. Masing-masing desil mewakili sekitar 10 persen keluarga berdasarkan urutan tingkat kesejahteraannya.
Secara sederhana, desil 1 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Penentuan desil tidak hanya melihat satu kondisi, seperti penghasilan. BPS menjelaskan bahwa pengelompokan kesejahteraan dalam DTSEN mempertimbangkan berbagai variabel, antara lain identitas kependudukan, pendidikan, ketenagakerjaan, kondisi tempat tinggal, sanitasi dan air minum, kesehatan, disabilitas, kepemilikan aset, hingga kepemilikan usaha.
Karena itu, seseorang tidak dapat menentukan sendiri desil hanya berdasarkan jumlah pendapatan bulanan, lantas bagaimana cara cek Desil DTSEN
Arti Desil 1 sampai 10
Bagi masyarakat yang ingin memahami hasil cek desil online, berikut gambaran sederhananya:
- Desil 1: 10 persen kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
- Desil 2: kelompok berikutnya setelah desil 1.
- Desil 3: kelompok kesejahteraan setelah desil 2.
- Desil 4: termasuk dalam 40 persen kelompok kesejahteraan terbawah.
- Desil 5: berada di kelompok pertengahan setelah 40 persen terbawah.
- Desil 6: berada di atas kelompok desil 5.
- Desil 7: termasuk kelompok dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi.
- Desil 8: termasuk kelompok kesejahteraan yang relatif tinggi.
- Desil 9: termasuk dalam 20 persen kelompok kesejahteraan teratas.
- Desil 10: 10 persen kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Perlu dicatat, desil bukan sekadar label tetap pada sebuah keluarga. Data DTSEN bersifat dinamis sehingga klasifikasi dapat berubah setelah pemutakhiran data dan perhitungan ulang. Desil Berapa yang Bisa Mendapat Bansos?
Banyak masyarakat mencari informasi cek desil untuk mengetahui penerima bansos. Namun, hasil desil sebaiknya tidak langsung diartikan sebagai kepastian seseorang akan menerima bantuan tertentu.
Menurut keterangan yang ditampilkan pada laman resmi Cek Bansos, desil 1 sampai 4, yang mencakup 40 persen kelompok kesejahteraan terbawah, dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Sembako. Sementara desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.
Artinya, desil merupakan bagian dari mekanisme penentuan sasaran. Setiap program tetap memiliki ketentuan dan proses penetapan tersendiri.
Baca juga:
Cara Cek Desil DTSEN dengan NIK, Ini Arti Desil 1-10 dan Cara Memperbaruinya
Ringkasan Desil dan Kaitannya dengan Program
| Desil | Gambaran umum | Keterangan program |
|---|---|---|
| 1 | 10% terbawah | Dapat diusulkan untuk PKH dan Sembako |
| 2 | Kelompok kesejahteraan rendah | Dapat diusulkan untuk PKH dan Sembako |
| 3 | Kelompok kesejahteraan rendah | Dapat diusulkan untuk PKH dan Sembako |
| 4 | 40% terbawah | Dapat diusulkan untuk PKH dan Sembako |
| 5 | Kelompok berikutnya | Dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK |
| 6 | Di atas kelompok desil 5 | Bukan kelompok utama PKH dan Sembako berdasarkan keterangan Cek Bansos |
| 7 | Kesejahteraan relatif lebih tinggi | Bukan kelompok utama PKH dan Sembako |
| 8 | Kesejahteraan relatif tinggi | Bukan kelompok utama PKH dan Sembako |
| 9 | 20% teratas | Bukan kelompok utama PKH dan Sembako |
| 10 | 10% teratas | Bukan kelompok utama PKH dan Sembako |
Catatan: tabel tersebut merupakan gambaran berdasarkan keterangan yang tersedia pada layanan Cek Bansos. Status penerima setiap program tetap mengikuti ketentuan dan penetapan yang berlaku.

Cara Cek Desil Online Pakai NIK Lewat HP
Masyarakat dapat melakukan cek desil online lewat HP melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos.
Langkahnya cukup sederhana.
1. Buka Situs Resmi Cek Bansos
Buka browser melalui HP, laptop, atau komputer, kemudian masuk ke: https://cekbansos.kemensos.go.id/
Pastikan alamat situs sesuai dengan layanan resmi. Hindari memasukkan NIK ke situs yang tidak jelas atau meminta informasi pribadi secara berlebihan.
2. Masukkan NIK
Pada kolom pencarian, masukkan 16 digit NIK sesuai dengan yang tercantum pada KTP.
Periksa kembali angka yang dimasukkan agar tidak terjadi kesalahan.
3. Masukkan Huruf Kode
Ketik huruf kode atau captcha yang ditampilkan pada layar.
Jika kode kurang jelas, gunakan tombol penyegaran untuk mendapatkan kode baru. Petunjuk tersebut juga tercantum pada laman resmi Cek Bansos.
4. Klik Cari Data
Setelah NIK dan kode verifikasi terisi, tekan tombol Cari Data.
Sistem kemudian akan memproses pencarian berdasarkan data yang tersedia.
Baca juga:
Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Tahap 3, Langkah Mudah Pakai NIK KTP!
5. Periksa Hasil Pencarian
Jika data ditemukan, perhatikan informasi yang ditampilkan, termasuk keterangan mengenai desil jika tersedia pada hasil pencarian.
Sumber data yang digunakan layanan tersebut adalah DTSEN.
Apakah Cek Desil Bisa Dilakukan Tanpa KTP?
Untuk pencarian melalui layanan resmi Cek Bansos, masyarakat perlu memasukkan NIK 16 digit. NIK tersebut tercantum pada KTP maupun dokumen kependudukan lainnya.
Karena itu, sebelum melakukan pengecekan, pastikan NIK yang digunakan benar dan sesuai dengan identitas yang bersangkutan.
Kenapa Desil Saya Tidak Sesuai Kondisi Ekonomi?
Tidak sedikit masyarakat yang menemukan hasil desil yang menurut mereka tidak menggambarkan kondisi ekonomi saat ini.
Hal tersebut dapat terjadi karena data sosial ekonomi terus diperbarui dan klasifikasi kesejahteraan menggunakan berbagai variabel, bukan hanya penghasilan.
BPS menjelaskan bahwa DTSEN merupakan data yang dinamis dan proses pemutakhiran dilakukan dengan berbagai sumber data serta verifikasi lapangan. Pada DTSEN Volume 2 Tahun 2026, misalnya, BPS memperbarui cakupan data hingga sekitar 95,3 juta keluarga atau 289,3 juta individu.
Karena itu, hasil desil pada suatu waktu belum tentu selamanya sama.
Cara Memperbarui Data Jika Desil Tidak Sesuai
Jika kondisi keluarga sudah berubah atau terdapat informasi yang tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data melalui mekanisme yang tersedia.
Laman resmi Cek Bansos menyebutkan bahwa pembaruan dapat dilakukan melalui desa/kelurahan dan dinas sosial atau melalui aplikasi Cek Bansos, dengan menyampaikan data sesuai kondisi sebenarnya. Setelah itu, desil akan dihitung kembali oleh BPS secara periodik.
Jadi, masyarakat tidak dapat sekadar mengganti angka desil secara manual agar masuk ke kelompok tertentu.
Cara Mengajukan Pembaruan Data Melalui Aplikasi Cek Bansos
Bagi masyarakat yang menemukan data kurang sesuai, salah satu jalur yang tersedia adalah menggunakan aplikasi Cek Bansos.
Secara umum, prosesnya dapat dilakukan dengan tahapan berikut:
1. Gunakan Aplikasi Resmi
Pastikan aplikasi yang digunakan merupakan aplikasi Cek Bansos resmi. Hindari aplikasi atau tautan yang tidak jelas sumbernya.
2. Buat Akun
Jika belum memiliki akun, lakukan pendaftaran sesuai petunjuk aplikasi dan lengkapi informasi yang diminta.
3. Login
Setelah proses pendaftaran dan verifikasi selesai, masuk menggunakan akun yang telah dibuat.
4. Cari Fitur Usulan atau Sanggah
Tampilan menu dapat berubah mengikuti pembaruan aplikasi. Gunakan fitur yang tersedia untuk menyampaikan pengajuan pembaruan data.
Baca juga:
54 Juta Warga Miskin Tidak Terdaftar BPJS Kesehatan, Namun 15 Juta Jiwa Desil 6 -10 Masuk PBI JKN
5. Isi Data Sesuai Kondisi Sebenarnya
Berikan informasi keluarga secara jujur dan sesuai keadaan terkini.
Jangan sengaja mengurangi atau menambahkan informasi agar memperoleh desil tertentu.
6. Lampirkan Data Pendukung Jika Diminta
Apabila sistem meminta dokumen atau bukti pendukung, siapkan sesuai persyaratan yang ditampilkan.
7. Kirim Pengajuan
Periksa kembali seluruh informasi sebelum mengirimkan pengajuan pembaruan.
Setelah dikirim, data tidak otomatis berubah pada saat itu juga.