MerahPutih.com - Dalam program bantuan sosial, termasuk penyaluran zakat, masyarakat mungkin sering mendengar istilah desil. Namun, belum semua orang memahami arti desil dan bagaimana sistem ini digunakan untuk menentukan siapa yang membutuhkan bantuan.
Memahami desil penting karena sistem ini menjadi salah satu cara pemerintah dan lembaga seperti BAZNAS melihat kondisi ekonomi masyarakat. Dari data tersebut, penerima bantuan dapat ditentukan berdasarkan tingkat kesejahteraannya.
Apa Itu Desil?
Secara sederhana, desil adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi ke dalam 10 kelompok.
Istilah desil berasal dari pembagian data statistik menjadi 10 bagian. Dalam penggunaannya untuk data sosial ekonomi, desil digunakan untuk mengurutkan masyarakat mulai dari kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga yang paling tinggi.
Dengan sistem tersebut, posisi masyarakat dalam kelompok desil dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kesejahteraannya dibandingkan kelompok lainnya.
Baca juga:
Desil 1 sampai 10 Artinya Apa? Begini Cara Cek Desil Bansos Pakai NIK
Pembagian Desil dari 1 hingga 10
Masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok desil. Berikut gambaran pembagiannya:
- Desil 1: masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah atau paling miskin.
- Desil 2: masyarakat yang sangat rentan mengalami kemiskinan.
- Desil 3–4: kelompok rentan miskin atau hampir miskin.
- Desil 5–6: kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah.
- Desil 7–9: kelompok masyarakat menengah ke atas.
- Desil 10: kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Dengan demikian, semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan seseorang atau keluarga.
Sebaliknya, semakin besar angka desil, semakin tinggi tingkat kesejahteraannya.
Bagaimana Desil Digunakan untuk Menentukan Penerima Bantuan?
Data desil dapat digunakan pemerintah untuk membantu menentukan kelompok masyarakat yang menjadi prioritas penerima bantuan sosial.
Penilaian tersebut menggunakan data kesejahteraan masyarakat yang dihimpun pemerintah. Data itu kemudian dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan sasaran program bantuan.
Dalam penerapannya, bantuan sosial umumnya lebih diprioritaskan untuk Desil 1 hingga 4, karena kelompok ini dianggap memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih rendah.
Baca juga:
Sementara itu, program pemberdayaan masyarakat dapat mencakup kelompok yang lebih luas, seperti Desil 1 hingga 6.
Adapun masyarakat yang berada pada desil lebih tinggi biasanya tidak menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan karena dinilai memiliki kondisi ekonomi yang relatif lebih baik.
Mengapa Memahami Desil Penting?
Pemahaman mengenai desil membantu masyarakat mengetahui bagaimana tingkat kesejahteraan digunakan dalam pemetaan sasaran program sosial.
Bagi pemerintah maupun lembaga seperti BAZNAS, pengelompokan tersebut dapat membantu melihat kondisi ekonomi masyarakat dan menentukan kelompok yang membutuhkan perhatian lebih besar.
Dengan kata lain, desil bukan sekadar angka, tetapi merupakan bagian dari pemetaan kondisi kesejahteraan masyarakat yang dapat digunakan dalam penentuan sasaran bantuan dan program pemberdayaan.
(Far)