MerahPutih.Com - Para santri adalah pemimpin masa depan bangsa dan negara ini. Santri tidak hanya berorientasi menjadi pemimpin agama atau ulama semata. Menurut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin santri di Indonesia harus menyiapkan diri membangun bangsa, sebab jika santri memimpin, maka akan lebih mewarnai tatanan negara.
"Kita lihat geliat itu nampak. Kader santri yang masuk ke tatanan formal maupun informal, oleh itu mulai tahun 2019 Insya Allah kaum santri bisa menentukan arah perubahan bangsa ini," kata Cak Imin di Indramayu, Sabtu (16/12).
"Kaum santri muncul dalam sikap dan pikirian maupun orintetasi yang berpijak pada ajaran dan norma yang berada di tanah air kita," lanjutnya.
Cak Imin sebagaimana dilansir Antara menyampaikan prediksi seorang cekdekiawan Islam Prof (alm) Nurholis Madjid, bahwa di era 2030-an kaum santri akan menentukan kendali dan warna bangsa Indonesia mulai dari kepemimpinan formal hingga kepemimpinan masyarakat.
Menurutnya prediksi itu semakin menuju kenyataan dan kini makin bisa dirasakan, dimana kaum santri sudah mengambil peran penting dalam menentukan masa depan pembangunan serta tatanan kehidupan berbangasa dan bernegara.
Saat ini, kata Cak Imin, ada dua pertempuran yang berbasis ideologi sebelah kiri berpijak pada pulrasisme. Ditarik lagi ke kiri sampai pada liberalisme yang hari ini sedang dialami bangsa Indonesia. Sehingga demokrasi ekonomi yang berbasis pasar telah menunjukkan kesenjangan.
"Kalau paradigma Rhoma Irama yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin," tuturnya.
Sedangkan ideologi yang paling kanan, lanjut dia, berarah pada gerakan radikaliseme, berujung pada fundamentalisme dan radikalisme. Jika dibiarkan, menurutnya ideologi ini akan berujung pada peperangan.
"Terbukti di timur tengah, negara tidak berdaya, pemerintah tidak bisa megendalikan pasar, maka generasi milenial akan kesulitan untuk mendapatkan tempat yang layak. Untungnya di Indonesia masih relatif terjaga dan terawat dengan baik," katanya.
Ia menuturkan kaum santri harus menjadi solusi pertarungan dua ideologi tersebut. Untuk itu pesanteren harus menjadi solusi, dengan semangat santri ahlusunnah waljamaah.
"Kita harus punya persiapan, harus ada pelajaran sejarah yang komperhensip," kata Cak Imin.
Ia menekankan PKB harus mampu menentukan arah perjungan yang bukan hanya teori, tetapi implementasi. NU sebagai induk ummat Islam harus bersatu padu menjalin ukhuwwah Islamiah, wattohniah, dan ukhuwah insaniah.
"Untuk tahun 2019 mendatang dalam gerakan politiknya, saya minta anak pesantren untuk dididik menjadi subyek ekonomi. Kaum santri harus merebut kemenangangan dengan merebut aset-aset negara kita," katanya.(*)