Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Budiman Sudjatmiko Buka Suara soal Penggerudukan Diskusi di UGM: Kami Datang untuk Berdialog

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026

MerahPutih.com - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, buka suara terkait insiden penggerudukan acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang turut dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Budiman menegaskan, Rabu (17/6), kehadirannya bersama sejumlah pejabat pemerintah di kampus bertujuan untuk berdialog dengan mahasiswa serta mendengarkan berbagai kritik terhadap kebijakan pemerintah.

"Saya tidak pernah mengusir orang yang berbeda pendapat. Kami hadir di sini justru untuk merayakan perbedaan dan mendialogkan perbedaan itu," Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko.

Menurut Budiman, situasi berubah ketika diskusi sedang berlangsung. Ia menyebut puluhan orang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan sambil membawa toa, poster, dan spanduk.

Kelompok tersebut kemudian mengepung area panggung dan meminta para narasumber untuk segera meninggalkan lokasi acara.

Budiman mengaku dirinya, Presiden, serta sejumlah anggota kabinet menjadi sasaran makian selama kejadian tersebut berlangsung. Ia juga mengaku mendapat tudingan sebagai pengkhianat reformasi.

Baca juga:

BP Taskin Gelar Rakor Penyelarasan Data Terpadu Program Kemiskinan

Klaim Terjadi Pelemparan Botol dan Dugaan Kekerasan

Budiman mengatakan suasana semakin tidak kondusif setelah terjadi pelemparan botol dan dugaan tindakan kekerasan fisik.

Menurutnya, Sudaryono sempat terkena pukulan di tengah kericuhan yang terjadi. Sementara upaya pemukulan terhadap dirinya disebut berhasil dihalangi oleh ajudan.

Budiman menyatakan pukulan yang diarahkan kepadanya akhirnya mengenai kepala ajudannya.

Bertahan Lebih dari 30 Menit Demi Menghormati Mahasiswa

Meski menghadapi tekanan selama diskusi berlangsung, Budiman mengaku tetap bertahan di lokasi selama lebih dari 30 menit.

Ia menyebut keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan kepada panitia penyelenggara dan mahasiswa yang hadir untuk mengikuti forum diskusi.

Namun, setelah muncul indikasi kekerasan fisik, petugas keamanan memutuskan untuk mengevakuasi dirinya melalui pintu samping panggung.

Dalam proses evakuasi itu, Budiman mengaku terpisah dari Nusron Wahid dan Sudaryono yang keluar melalui jalur berbeda.

Baca juga:

Aktivis 98 Budiman Sudjatmiko jadi ‘Tangan Kanan’ Prabowo untuk Bereskan Persoalan Kemiskinan

Budiman menyebut Nusron Wahid dan Sudaryono sempat berupaya melanjutkan diskusi di luar gedung. Namun, suasana yang semakin tegang membuat dialog tidak dapat diteruskan.

"Padahal kami maunya diskusi, maunya berdebat, kami mau dikritik, kami mau mendengarkan," ujarnya.

Pemerintah Klaim Tetap Membuka Ruang Kritik

Budiman menegaskan pemerintah akan tetap membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan berbagai kelompok masyarakat.

Menurut dia, kritik terhadap kebijakan pemerintah tetap diperlukan sebagai bagian dari proses demokrasi dan perbaikan kebijakan publik.

Ia berharap insiden yang terjadi tidak memperkeruh keadaan serta semangat mencari solusi bagi masyarakat tetap dapat dikedepankan. (Pon)

Baca Artikel Asli