Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BPS Ingatkan Pemerintah Soal Kenaikan Harga Ayam Ras, Stok di Pasar Terbatas

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026

MerahPutih.com - Pemerintah daerah diminta mewaspadai kenaikan harga daging ayam ras yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota, meskipun harga komoditas tersebut secara nasional masih berada sedikit di bawah harga acuan penjualan (HAP) konsumen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, harga rata-rata nasional daging ayam ras saat ini mencapai sekitar Rp 39.712 per kilogram atau masih sedikit di bawah HAP konsumen yang tercatat Rp 40.000 per kilogram. Namun, laju kenaikan harganya relatif tinggi, sehingga perlu mendapat perhatian agar tidak terus meningkat hingga melampaui HAP.

Ini mungkin untuk perlu perhatian karena kalau nanti kenaikan harga ini terus dibiarkan, tentunya suatu saat nanti akan berada di atas HAP,

ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah, yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (11/8).

Terdapat 188 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras. Sejumlah daerah bahkan mencatat kenaikan IPH yang cukup tinggi dan harga yang telah melampaui HAP.

Baca juga:

Bapanas Butuh Tambahan Rp 17,73 Triliun pada 2027 Buat Stabilkan Harga Pangan

Ia mencontohkan Kabupaten Bangka Selatan yang mencatat kenaikan IPH daging ayam ras sebesar 34,58 persen, meskipun harga komoditas tersebut masih sekitar 3 persen di bawah HAP atau Rp 38.800 per kilogram.

Sementara itu, Kota Binjai mencatat kenaikan IPH sebesar 29,78 persen dengan harga daging ayam ras yang sudah sekitar 5 persen di atas HAP yakni Rp 42.000 per kilogram.

Kondisi lebih tinggi terjadi di Kabupaten Kepahiang, dengan kenaikan IPH mencapai 21,34 persen dan harga daging ayam ras sekitar 20 persen di atas HAP atau Rp 48.000 per kilogram.

Di mana, kenaikan harga daging ayam ras di sejumlah daerah dipengaruhi oleh faktor pasokan maupun peningkatan permintaan. Di Kabupaten Bangka Selatan, misalnya, kenaikan harga daging ayam ras dipengaruhi meningkatnya permintaan sebagai alternatif pengganti ikan. Hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang membatasi aktivitas nelayan, sehingga pasokan ikan berkurang dan masyarakat beralih membeli daging ayam.

Sementara, di Kota Binjai, kenaikan harga daging ayam ras dipicu peningkatan permintaan pasar seiring kembali beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah libur sekolah berakhir. Adapun di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, kenaikan harga terjadi karena stok daging ayam ras di pasar terbatas di tengah meningkatnya permintaan.

Baca Artikel Asli