Merahputih.com - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny menilai generasi milenial memiliki peran besar dalam membangun bangsa serta network melewati batas ruang, suku, agama, dan teknis.
“Generasi anda adalah generasi yang melihat hubungan tidak seperti dulu, tetapi sudah lintas batas.” ujarnya kepada Merahputih.com di Jakarta, Selasa (6/4).
Baca Juga
BPIP Minta Persoalan Hukum Diselesaikan Secara Konstitusional
Ia menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang terdiri dari ratusan suku, bangsa, dan agama keyakinan. Sehingga nilai multikultural tercipta di Indonesia. “Habitus kita adalah multikultur, sejak lahir (bangsa) kita sudah seperti itu dari dulu,” tambahnya.
Anak muda dapat mengaplikasikan Pancasila dengan membangun suatu narasi melalui teknologi informasi yang sudah maju, menjadi tindakan nyata.
Menurut Romo Benny, inilah kemampuan generasi milenial dalam pengaplikasian nilai-nilai Pancasila.
“Gunakanlah gadget kalian untuk melakukan perubahan. Bangunlah network, dan aplikasikan rasa ketuhanan, persatuan, dan keadilan, melalui kekuatan-kekuatan tersebut,”ungkapnya
Anak muda diharapkan dapat ikut berkontribusi dalam membangun bangsa dan negara, membuat diskusi online dan membangun jejaring nasional.
Termasuk membuat konten positif untuk melawan informasi hoax/negatif di media sosial, dalam perwujudan gotong royong nilai Pancasila oleh anak muda.
“Masa depan di tangan anda; anda bisa merubah dunia tanpa merusak,” katanya seraya mengakhiri paparannya.
Di kesempatan yang sama, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyatakan bahwa semua orang Indonesia, terutama kaum milenial, adalah calon-calon pemimpin masa depan Indonesia.
Sehingga pembudayaan nilai-nilai Pancasila sangat penting diberikan kepada semua orang, terutama kaum milenial. “Konstitusi kita mengikat lebih dari 40 bangsa menjadi satu, dan memberikan jaminan bahwa semua warga negara Indonesia berhak menjadi pemimpin, menjadi Presiden Republik Indonesia," jelasnya.
Baca Juga
Selain itu, Ketua Umum PP Haedad Nashir Muhammadiyah menyerukan untuk menggali isi pikiran dan pengertian kaum milenial tentang kebangsaan Indonesia, terkhusus tentang pandangan mereka atas Pancasila.
“Mereka juga mencari role model dalam pelaksanaan Pancasila. Mari generasi colonial, jadilah role model tersebut,” tegasnya. (Knu)