Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BNPB Ungkap 7.377 Titik Panas di Kalimantan Barat, Karhutla Makin Mengkhawatirkan

Frengky Aruan - Selasa, 01 September 2026

MerahPutih.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terus menjadi perhatian. Terlebih setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadinya peningkatan titik panas terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, dengan kondisi asap yang masih relatif pekat.

Kenaikan paling signifikan terjadi di Kalimantan Barat. Pada Senin (31/8), BNPB mencatat 7.377 titik panas, meningkat 3.553 titik dibanding pemantauan sebelumnya. Jumlah fire spot juga naik menjadi 104 titik, sementara jarak pandang dilaporkan kurang dari satu kilometer.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan jumlah titik panas di Kalimantan Barat mengalami peningkatan signifikan. Sementara di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, jumlah titik panas justru menurun.

Baca juga:

Menhut Raja Antoni Tegaskan Penegakan Hukum Karhutla, 6 Perusahaan Kalimantan Kena Sanksi

Kita lihat bahwa di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Selatan, jumlah titik panas itu relatif bertambah. Di Kalimantan Barat signifikan bertambahnya. Di Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Tengah relatif menurun,

ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP. Panjaitan di Jakarta, Senin.

Asap Pekat Masih Mengancam

Di Kalimantan Tengah tercatat 5.244 titik panas, turun 147 titik, tetapi fire spot meningkat menjadi 72 titik. Jarak pandang di wilayah tersebut kurang dari satu kilometer.

Sementara itu, Kalimantan Selatan memiliki 504 titik panas, turun 405 titik, dengan 55 fire spot dan jarak pandang kurang dari dua kilometer.

BNPB menyebut kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas udara. Berdasarkan prediksi BMKG, sebaran polutan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan masih relatif pekat pada 31 Agustus hingga 1 September.

Baca juga:

Imbas Ratusan Pendaki Terjebak Kebakaran Semeru, Menhut Tutup 9 Taman Nasional Rawan Karhutla

Berton mengimbau masyarakat memantau kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang disediakan Kementerian Lingkungan Hidup. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan apabila kualitas udara masuk kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Di Sumatera, jumlah titik panas secara umum menurun. Namun, Sumatera Selatan mencatat kenaikan 209 titik menjadi 1.013 titik panas, sedangkan Riau dan Jambi mengalami penurunan. (*)

Baca Artikel Asli