MerahPutih.com - Pintu kaca berpilin kayu jati di toko kopi Starbucks Tatapuri, Jakarta Pusat, terbuka. Dari balik pintu, Miss Deaf Indonesia 2026 Chelsy Prilia Sitohang, menyambut kedatangan Tim MerahPutih.com dengan lambaian tangan dan senyum sumringah.
Chelsy kemudian mengayunkan tangannya. Jemari kanannya merapat, bergerak menyentuh dagu lalu maju ke depan sambil kepalanya agak menunduk. Ia mempraktikkan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang berarti "Terima Kasih".
Chelsy mempersilakan tim Merahputih.com untuk duduk. Sambil berbincang, ia merapikan meja yang dipenuhi satu set makeup beserta lampu yang menyala untuk menerangi pojok toko tempat kami duduk.
Tempat tersebut rupanya menjadi lokasi Chelsy berlatih makeup sebagai bagian dari persiapannya menuju ajang pageant bergengsi, Miss Deaf Internasional 2026, yang akan berlangsung di Georgia mulai 18-28 September 2026.
"Aku hari ini libur, jadi sambil dipakai buat latihan make up untuk persiapan saat di sana (Georgia)," katanya kepada Merahputih.com, Sabtu (22/8).
Persiapan Menuju Miss Deaf Internasional 2026
Selain bekerja sebagai barista di toko tersebut, Chelsy mengatakan dirinya juga sibuk menjalani berbagai latihan.
Salah satunya adalah mempelajari bahasa isyarat Amerika (ASL) agar dapat membantunya berkomunikasi selama berada di luar negeri. Persiapan itu menjadi penting karena Chelsy akan berangkat seorang diri.
Ia juga berlatih catwalk untuk mempersiapkan penampilannya saat berada di lintasan model. Berbagai persiapan tersebut dijalaninya dengan serius.
"Aku mesti mempersiapkan semua. Aku berangkat ke Georgia sendiri," katanya.
Baca juga:
Bangga Terpilih sebagai Miss Deaf Indonesia 2026

Chelsy mengatakan terpilih sebagai Miss Deaf Indonesia 2026 merupakan sesuatu yang sangat membanggakan bagi dirinya.
Ia mengenang proses yang dilaluinya sejak awal tidak mudah. Pada masa seleksi, Chelsy harus berhadapan dengan kandidat Tuli berbakat dari berbagai provinsi dan melewati tes wawasan hingga sesi wawancara yang ketat.
"Aku merasa 'wow'. dipilih menjadi Miss Deaf Indonesia, mengingat proses tidak mudah, banyak yang aku harus kerjakan. Siapin mental, fisik, ilmu, komunikasi, masih banyak harus aku belajar, proses tidak mudah," katanya.
Namun, ada hal lain yang menurut Chelsy jauh lebih membanggakan. Ia kini mendapat kesempatan menjadi wakil untuk menyuarakan suara komunitas Tuli Tanah Air di kancah internasional.
Baginya, kesempatan tersebut merupakan langkah advokasi dengan jangkauan yang lebih luas.
"Aku akan membawakan suara komunitas Indonesia," katanya.
Ingin Tunjukkan Potensi Perempuan Tuli Indonesia
Menurut Chelsy, kehadiran perempuan Tuli Indonesia di ajang Miss Deaf Internasional merupakan hal penting.
Baginya, keikutsertaan tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia tidak kehabisan perempuan Tuli berbakat yang memiliki pengetahuan, wawasan, sekaligus kepercayaan diri.
Acara ini (Miss Deaf Internasional) penting bukan hanya menonjol tentang kecantikan, saya ingin menunjukkan bahwa perempuan Tuli indonesia itu juga bisa memiliki kemampuan, memiliki ilmu. Dan aku berharap bahwa bukan hanya diriku, Tapi semua orang supaya kita belajar berkembang, maju, memberi inspirasi,
Miss Deaf Indonesia 2026, Chelsy Prilia Sitohang.
Perempuan kelahiran tahun 98 itu pun berpesan agar kehadiran perwakilan Tuli Indonesia di ajang besar dapat menjadi motivasi bagi penyandang disabilitas untuk tidak merasa inferior terhadap apa pun yang ada di sekitarnya.
Terlebih ketika berbicara mengenai mimpi. Bagi Chelsy, teman Tuli Indonesia harus tetap percaya diri dan berani mengejar mimpi. Mereka juga harus memiliki kemampuan yang sama dengan teman Dengar.
"Itu harapan saya untuk teman disabilitas Tuli," katanya Chelsy.
Baca juga:
kamibijak, Bukti Teman Tuli Mampu Berprestasi di Bidang Media
Berharap Pemerintah Ciptakan Lingkungan Inklusif
Chelsy juga berharap kehadiran pemerintah semakin terasa di tengah kehidupan komunitas Tuli.
Menurutnya, pemerintah dengan seluruh sumber daya yang dimiliki dapat berperan lebih besar dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung teman-teman Tuli di Indonesia.
"Pemerintah fokus disabilitas supaya lingkungan bisa tambah inklusif," katanya.
Atlet Renang sebelum Miss Deaf
Wajah kompetisi bukanlah hal baru bagi Chelsy. Sejak muda, ia kerap keluar masuk kompetisi, tetapi sebelumnya berkecimpung di bidang olahraga.
Chelsy dikenal sebagai atlet disabilitas. Kariernya sebagai atlet renang sudah dimulai sejak duduk di bangku remaja.
Di usia muda, Chelsy sudah menyandang gelar sebagai atlet renang tingkat nasional. Ia telah mengoleksi beberapa medali emas di ajang perlombaan renang rentang 2011 hingga 2021.
Menurut informasi yang ada, Chelsy mendapatkan medali emas di Pelatnas 2011 dan Paralimpik Pelajar 2012.
Ia kemudian beberapa kali memenangkan emas dalam Pekan Paralimpiade Nasional (Papernas), seperti Papernas Riau 2012 dan Papernas Jawa Barat 2016.
Chelsy juga memenangkan medali perak untuk kontingennya saat Papernas Jakarta 2013. (Tka)