Kisah Chelsy Prilia Sitohang, Miss Deaf Indonesia 2026 yang Siap Bawa Suara Komunitas Tuli ke Panggung Internasional

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Kisah Chelsy Prilia Sitohang, Miss Deaf Indonesia 2026 yang Siap Bawa Suara Komunitas Tuli ke Panggung Internasional

Chelsy Prilia Sitohang berlatih makeup sebagai bagian dari persiapannya menuju ajang pageant bergengsi, Miss Deaf Internasional 2026. (Foto: MerahPutih.com/Tika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pintu kaca berpilin kayu jati di toko kopi Starbucks Tatapuri, Jakarta Pusat, terbuka. Dari balik pintu, Miss Deaf Indonesia 2026 Chelsy Prilia Sitohang, menyambut kedatangan Tim MerahPutih.com dengan lambaian tangan dan senyum sumringah.

Chelsy kemudian mengayunkan tangannya. Jemari kanannya merapat, bergerak menyentuh dagu lalu maju ke depan sambil kepalanya agak menunduk. Ia mempraktikkan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang berarti "Terima Kasih".

Chelsy mempersilakan tim Merahputih.com untuk duduk. Sambil berbincang, ia merapikan meja yang dipenuhi satu set makeup beserta lampu yang menyala untuk menerangi pojok toko tempat kami duduk.

Tempat tersebut rupanya menjadi lokasi Chelsy berlatih makeup sebagai bagian dari persiapannya menuju ajang pageant bergengsi, Miss Deaf Internasional 2026, yang akan berlangsung di Georgia mulai 18-28 September 2026.

"Aku hari ini libur, jadi sambil dipakai buat latihan make up untuk persiapan saat di sana (Georgia)," katanya kepada Merahputih.com, Sabtu (22/8).

Persiapan Menuju Miss Deaf Internasional 2026

Selain bekerja sebagai barista di toko tersebut, Chelsy mengatakan dirinya juga sibuk menjalani berbagai latihan.

Salah satunya adalah mempelajari bahasa isyarat Amerika (ASL) agar dapat membantunya berkomunikasi selama berada di luar negeri. Persiapan itu menjadi penting karena Chelsy akan berangkat seorang diri.

Ia juga berlatih catwalk untuk mempersiapkan penampilannya saat berada di lintasan model. Berbagai persiapan tersebut dijalaninya dengan serius.

"Aku mesti mempersiapkan semua. Aku berangkat ke Georgia sendiri," katanya.

Baca juga:

Mengenal Budaya Berkomunikasi Teman Tuli

Bangga Terpilih sebagai Miss Deaf Indonesia 2026

Chelsy mengatakan terpilih sebagai Miss Deaf Indonesia 2026 merupakan sesuatu yang sangat membanggakan bagi dirinya.

Ia mengenang proses yang dilaluinya sejak awal tidak mudah. Pada masa seleksi, Chelsy harus berhadapan dengan kandidat Tuli berbakat dari berbagai provinsi dan melewati tes wawasan hingga sesi wawancara yang ketat.

"Aku merasa 'wow'. dipilih menjadi Miss Deaf Indonesia, mengingat proses tidak mudah, banyak yang aku harus kerjakan. Siapin mental, fisik, ilmu, komunikasi, masih banyak harus aku belajar, proses tidak mudah," katanya.

Namun, ada hal lain yang menurut Chelsy jauh lebih membanggakan. Ia kini mendapat kesempatan menjadi wakil untuk menyuarakan suara komunitas Tuli Tanah Air di kancah internasional.

Baginya, kesempatan tersebut merupakan langkah advokasi dengan jangkauan yang lebih luas.

"Aku akan membawakan suara komunitas Indonesia," katanya.

Ingin Tunjukkan Potensi Perempuan Tuli Indonesia

Menurut Chelsy, kehadiran perempuan Tuli Indonesia di ajang Miss Deaf Internasional merupakan hal penting.

Baginya, keikutsertaan tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia tidak kehabisan perempuan Tuli berbakat yang memiliki pengetahuan, wawasan, sekaligus kepercayaan diri.

Acara ini (Miss Deaf Internasional) penting bukan hanya menonjol tentang kecantikan, saya ingin menunjukkan bahwa perempuan Tuli indonesia itu juga bisa memiliki kemampuan, memiliki ilmu. Dan aku berharap bahwa bukan hanya diriku, Tapi semua orang supaya kita belajar berkembang, maju, memberi inspirasi,

Miss Deaf Indonesia 2026, Chelsy Prilia Sitohang.

Perempuan kelahiran tahun 98 itu pun berpesan agar kehadiran perwakilan Tuli Indonesia di ajang besar dapat menjadi motivasi bagi penyandang disabilitas untuk tidak merasa inferior terhadap apa pun yang ada di sekitarnya.

Terlebih ketika berbicara mengenai mimpi. Bagi Chelsy, teman Tuli Indonesia harus tetap percaya diri dan berani mengejar mimpi. Mereka juga harus memiliki kemampuan yang sama dengan teman Dengar.

"Itu harapan saya untuk teman disabilitas Tuli," katanya Chelsy.

Baca juga:

kamibijak, Bukti Teman Tuli Mampu Berprestasi di Bidang Media

Berharap Pemerintah Ciptakan Lingkungan Inklusif

Chelsy juga berharap kehadiran pemerintah semakin terasa di tengah kehidupan komunitas Tuli.

Menurutnya, pemerintah dengan seluruh sumber daya yang dimiliki dapat berperan lebih besar dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung teman-teman Tuli di Indonesia.

"Pemerintah fokus disabilitas supaya lingkungan bisa tambah inklusif," katanya.

Atlet Renang sebelum Miss Deaf

Wajah kompetisi bukanlah hal baru bagi Chelsy. Sejak muda, ia kerap keluar masuk kompetisi, tetapi sebelumnya berkecimpung di bidang olahraga.

Chelsy dikenal sebagai atlet disabilitas. Kariernya sebagai atlet renang sudah dimulai sejak duduk di bangku remaja.

Di usia muda, Chelsy sudah menyandang gelar sebagai atlet renang tingkat nasional. Ia telah mengoleksi beberapa medali emas di ajang perlombaan renang rentang 2011 hingga 2021.

Menurut informasi yang ada, Chelsy mendapatkan medali emas di Pelatnas 2011 dan Paralimpik Pelajar 2012.

Ia kemudian beberapa kali memenangkan emas dalam Pekan Paralimpiade Nasional (Papernas), seperti Papernas Riau 2012 dan Papernas Jawa Barat 2016.

Chelsy juga memenangkan medali perak untuk kontingennya saat Papernas Jakarta 2013. (Tka)

#Miss Deaf Internasional #Miss Deaf Indonesia #Kisah Inspiratif #Sosok Menginspirasi #Teman Tuli
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Kisah Chelsy Prilia Sitohang, Miss Deaf Indonesia 2026 yang Siap Bawa Suara Komunitas Tuli ke Panggung Internasional
Chelsy Prilia Sitohang, Miss Deaf Indonesia 2026, bersiap mengikuti Miss Deaf Internasional 2026 di Georgia. Bawa misi menyuarakan komunitas Tuli Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Kisah Chelsy Prilia Sitohang, Miss Deaf Indonesia 2026 yang Siap Bawa Suara Komunitas Tuli ke Panggung Internasional
Indonesia
Wellah Hatta, Profesional Panggung Asal Indonesia yang Dipercaya Tangani Final Piala Dunia 2026
Wellah Hatta menjadi Senior Stage Manager FIFA 2026. Simak lima fakta tentang profesional seni pertunjukan Indonesia di balik panggung final Piala Dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Wellah Hatta, Profesional Panggung Asal Indonesia yang Dipercaya Tangani Final Piala Dunia 2026
Indonesia
SisBerdaya dan DisBerdaya 2025 Gandeng 5.000 UMKM Perempuan, Beri Dampak Nyata untuk Ekonomi Indonesia
SisBerdaya dan DisBerdaya 2025 menggandeng 5.000 UMKM perempuan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia naik berkat UMKM perempuan.
Soffi Amira - Jumat, 08 Agustus 2025
SisBerdaya dan DisBerdaya 2025 Gandeng 5.000 UMKM Perempuan, Beri Dampak Nyata untuk Ekonomi Indonesia
Indonesia
Perjuangan Ibu Pedagang Serabi asal Tebing Tinggi, Menabung Belasan Tahun hingga Berangkat Haji di 2025
Kisah inspiratif pedagang serabi yang akhirnya bisa berangkat haji di 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Mei 2025
Perjuangan Ibu Pedagang Serabi asal Tebing Tinggi, Menabung Belasan Tahun hingga Berangkat Haji di 2025
Indonesia
Sosok Mbok Yem, ‘Penyelamat’ Pendaki di Puncak Gunung Lawu yang Kini Telah Tiada
Mbok Yem meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan jejak kenangan yang tak tergantikan di hati para pendaki.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 April 2025
Sosok Mbok Yem, ‘Penyelamat’ Pendaki di Puncak Gunung Lawu yang Kini Telah Tiada
Fun
Sepak Terjang Jet Lee, CEO OPPO Indonesia hingga Pendiri J&T
Keberhasilan Oppo di Indonesia tidak lepas dari peran seorang visioner, Jet Lee.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Maret 2025
Sepak Terjang Jet Lee, CEO OPPO Indonesia hingga Pendiri J&T
Dunia
Perjuangan Richard Scoyler, Seorang Ahli Patologi yang Selamatkan Nyawa Ribuan Orang, Tapi Justru Kena Kanker Otak yang Tak Bisa Disembuhkan
Ikuti kisah inspiratif Richard Scolyer dalam perjuangannya melawan kanker otak.
Hendaru Tri Hanggoro - Rabu, 12 Maret 2025
Perjuangan Richard Scoyler, Seorang Ahli Patologi yang Selamatkan Nyawa Ribuan Orang, Tapi Justru Kena Kanker Otak yang Tak Bisa Disembuhkan
Fun
Jangan Berkecil Hati, 5 Konglomerat Ini Datang dari Keluarga Broken Home
Kondisi broken home tidak menjadi hambatan bagi lima sosok ini untuk capai kesuksesan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 Oktober 2024
Jangan Berkecil Hati, 5 Konglomerat Ini Datang dari Keluarga Broken Home
Fashion
Dama Kara Gaet Desainer Tuli Tampilkan Koleksi 'Jalin' di JMFW 2024
Koleksi Jalin diangkat dengan teknik Sashiko untuk motifnya itu jadi dijahit julujur pakai tangan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 10 Oktober 2024
Dama Kara Gaet Desainer Tuli Tampilkan Koleksi 'Jalin' di JMFW 2024
Bagikan