Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Blokade Selat Hormuz Bakal Naikkan Harga Minyak ke Puncak Tertinggi

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026

MerahPutih.com - Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat telah mulai memblokade Selat Hormuz, melaksanakan arahan Presiden Donald Trump, setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal dicapai.

Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright mengatakan di Washington, Senin (13/4), bahwa harga minyak dapat mencapai puncaknya dalam beberapa pekan mendatang karena gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz yang mendorong biaya energi lebih tinggi.

"Kita akan melihat harga energi akan tetap tinggi—dan mungkin bahkan melonjak—sampai kami mendapatkan lalu lintas kapal yang signifikan melalui Selat Hormuz," kata Wright dalam konferensi Semafor World Economy.

Ia menambahkan, puncak harga itu mungkin akan terjadi dalam waktu dekat, seiring dengan terganggunya pasokan energi global akibat konflik yang berlangsung.

Baca juga:

Perairannya Diblokade Militer AS, Iran Ancam Balik: Tidak Pelabuhan Aman di Teluk Oman

Tekanan harga baru akan mereda setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran berakhir dan aliran energi kembali berjalan. Namun, dia mengingatkan penurunan harga nantinya tidak akan terjadi dengan cepat, meskipun distribusi energi mulai kembali normal.

"Presiden (Donald Trump) tahu sejak awal bahwa jika aliran energi diganggu dalam jangka pendek, maka itu akan mendorong harga energi naik," tambahnya.

Harapan untuk mencapai penurunan harga dengan cepat adalah hal yang tidak realistis.

"Pada musim panas nanti, itu adalah jangka waktu yang agresif," kata Wright.

Pasar minyak melonjak sejak konflik antara AS-Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu, hingga berdampak pada akses pelayaran di Selat Hormuz.

Baca Artikel Asli