Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Begini Cara Pelatih Argentina Tenangkan Pemain Jelang Laga Final Piala Dunia

Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 19 Juli 2026

MerahPutih.com - Pelatih tim nasional Argentina Lionel Scaloni mengungkapkan timnya tak melakukan persiapan khusus menjelang laga final Piala Dunia 2026 menghadapi tim nasional Spanyol di Stadion News York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7) pukul 02.00 WIB.

Ia menegaskan, mempersiapkan pertandingan ini seperti pertandingan lainnya dikutip dikutip dari laman resmi FIFA, Minggu.

Meski ini adalah final Piala Dunia, pada akhirnya tetap saja sebuah pertandigan sepak bola. Kami harus tampil sebaik mungkin jika ingin menang. Kami tidak ingin terlalu memikirkan fakta bahwa ini adalah final Piala Dunia karena hal itu justru bisa mengganggu fokus,

katanya.

Timnya dalam kondisi yang bagus untuk memainkan laga final setelah menunjukkan mentalitas luar biasa dalam laga-laga di babak gugur.

Baca juga:

Tom Cruise Dipastikan Tampil Jelang Final Piala Dunia 2026, Jadi Bintang Upacara Penutupan

Terakhir, La Albiceleste meraih kemenangan dramatis saat menyingkirkan Inggris di semifinal. Tertinggal satu gol sampai menit ke-84, mereka kemudian membalikkan keadaan 2-1 untuk menutup laga dengan kemenangan pada waktu normal.

Kami berada dalam kondisi yang bagus, meski tentu masih ada ruang untuk berkembang. Kami menghadapi lawan yang sangat kuat, dan Spanyol juga pasti sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kami,

ucap Scaloni. "Lagi pula, cara bermain Argentina bukan lagi rahasia. Semua orang tahu bagaimana kami bermain. Justru karena itu, pencapaian tim ini terasa semakin luar biasa," katanya.

Salah satu momen paling emosional setelah kemenangan atas Inggris di semifinal adalah pelukan panjang antara Scaloni dan Lionel Messi.

Dalam momen tersebut, Messi tampak mengucapkan kalimat "pure history" kepada sang pelatih. Ketika ditanya makna ucapan tersebut, Scaloni justru mengalihkan pujian kepada kaptennya.

Bisa mencapai final Piala Dunia pada usia 39 tahun adalah pencapaian yang luar biasa. Karena itulah saya selalu mengatakan bahwa kita harus menikmati setiap momennya,

ujar Scaloni.

"Kami sangat merasakan kehilangan Diego Maradona setelah ia pensiun. Sekarang Messi masih bersama kami, dan kita harus menghargai setiap hal yang masih ia lakukan," tambah dia.

Meski sama sekali tak muda, Messi tetap memimpin Argentina dengan luar biasa setelah ia tak pernah absen dalam memberikan kontribusi gol di setiap laga-laga negaranya di Piala Dunia 2026.

Terakhir, Messi memberikan dua assist dalam kemenangan 2-1 atas Inggris. Dua assist itu membuat La Pulga, julukannya, menjadi pencetak assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 12 assist.

Selain itu, delapan golnya di Piala Dunia 2026 membuatnya masih berpeluang menjadi pemenang top skor, sekaligus menempatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia (21) setelah baru saja dilewati oleh Kylian Mbappe (22).

Baca Artikel Asli