Fakta Kematian Diego Maradona, Kesalahan Fatal Dokter Terbongkar di Persidangan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 02 September 2026
Fakta Kematian Diego Maradona, Kesalahan Fatal Dokter Terbongkar di Persidangan

Diego Maradona, legenda sepak bola Argentina lahir pada 30 Oktober 1960. Foto Ist

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Fakta kematian Diego Maradona kembali memanas setelah sidang terbaru mengungkap bahwa sang legenda Argentina seharusnya tidak menjalani rawat jalan di rumah.

Tim dokter Maradona diduga melakukan kesalahan fatal karena membiarkan pasien dengan sindrom kebingungan akut tanpa pengawasan institusi psikiatri yang memadai.

Kelalaian medis berlarut-larut inilah yang memicu gagal organ beruntun hingga berujung pada hilangnya nyawa sang ikon sepak bola dunia.

Baca juga:

Bola ‘Tangan Tuhan’ Maradona Terjual Rp 53 Miliar, Disebut masih Jauh dari Perkiraan

Dalam sidang medis Maradona yang digelar baru-baru ini di San Isidro, kesaksian mengejutkan datang dari José Luis Covelli, seorang perwira psikiater.

Secara blak-blakan, ia menyebut kalau keputusan memulangkan ikon Argentina itu dari Klinik Olivos pada awal November silam adalah langkah keliru.

Bukannya makin membaik, penyebab meninggalnya Maradona justru berkaitan erat dengan kurangnya kontrol klinis saat ia mengalami gejala putus zat alkohol yang parah.

Bukan Mati Mendadak, Tapi Korban Blunder Medis?

Diego

Covelli menjelaskan secara gamblang bahwa kondisi sang legenda saat itu benar-benar tidak stabil dan butuh pengawasan profesional, bukan sekadar dirawat di rumah.

Pasien mengalami sindrom kebingungan akibat putus alkohol. Pada 11 November, ia sama sekali tidak dalam kondisi untuk mengambil keputusan terkait kesehatannya sendiri,

tegas Covelli di hadapan majelis hakim.

Daripada sekadar dirawat di rumah dengan fasilitas seadanya, Covelli menilai Maradona butuh penanganan di rumah sakit jiwa atau institusi mental. Ada risiko besar karena ia sering marah-marah, butuh pengekangan, dan bahkan sempat mencoba kabur.

Rawat jalan di rumah tidak memenuhi syarat untuk pemantauan kognitif pasien. Yang gagal di sini adalah kontrol klinisnya,

tambahnya.

Dalam kesaksiannya, ia secara langsung menunjuk ahli bedah saraf Leopoldo Luque dan psikiater Agustina Cosachov sebagai pihak yang bertanggung jawab atas blunder perawatan ini. Apalagi, obat-obatan yang dikonsumsi Maradona membawa efek samping pada jantung dan hati, yang mana seharusnya diatur ketat mengingat sang legenda punya riwayat penyakit liver.

Tubuh Membengkak: Sinyal Bahaya yang Diabaikan

Nggak cuma dari kacamata kejiwaan, dokter klinis Silvino Ramírez yang juga bersaksi hari itu ikut memperkuat dugaan kelalaian. Ia sepakat kalau sang bintang butuh pengawasan harian yang ketat di fasilitas kesehatan yang memadai.

Banyak yang mengira Maradona meninggal secara tiba-tiba, namun Ramírez membantah keras hal tersebut. Menurutnya, cairan di paru-paru dan perut Maradona tidak muncul dalam semalam.

Apa yang memicu henti jantung adalah gagal ginjal, hati, dan jantung; sesuatu yang sebenarnya sudah berproses selama beberapa hari terakhir. Seharusnya mereka menyedot cairan dari paru-parunya, itu pasti akan sangat membantu. Kekurangan oksigen inilah yang menyebabkan hilangnya kesadaran,

ungkap Ramírez.

Ketegangan Memuncak di Ruang Sidang

Sidang ke-38 yang dihadiri langsung oleh putri-putri Maradona (Jana, Dalma, dan Gianinna) ini berlangsung cukup panas.

Pengacara dari pihak dokter yang jadi terdakwa, seperti Francisco Oneto dan Vadim Mischanchuk, berkali-kali mencecar para saksi dengan pertanyaan tajam.

Saking alotnya, Covelli dan Ramírez sampai secara terbuka menyatakan merasa diintimidasi oleh nada bicara tim pembela hukum.

Baca juga:

30 Oktober Memperingati Hari Apa? Lahirnya Sang Dewa Sepak Bola, Diego Maradona!

Suasana ruang sidang juga berubah emosional ketika foto-foto jenazah Maradona pasca meninggal dunia pada 25 November 2020 ditampilkan di layar. Hakim bahkan sampai menyarankan Jana Maradona untuk keluar ruangan sejenak agar tidak trauma melihat visual yang sensitif tersebut.

Sidang ini menjadi bukti kuat bahwa hari-hari terakhir Diego Maradona dipenuhi dengan tanda tanya besar terkait kualitas perawatan medis yang ia terima.

Proses hukum masih terus berlanjut untuk menentukan siapa yang sebenarnya harus bertanggung jawab atas kepergian sang legenda.

#Diego Maradona #Argentina #Sepak Bola
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Link Live Streaming Monza vs Cagliari: Menunggu Kejutan Rossoblu di Brianteo
Cari link live streaming Monza vs Cagliari di Serie A 2026/2027 malam ini? Klik di sini untuk nonton siaran langsung duel seru Rossoblu vs Monza pukul 23.30 WIB!
Angga Yudha Pratama - 1 jam, 36 menit lalu
Link Live Streaming Monza vs Cagliari: Menunggu Kejutan Rossoblu di Brianteo
Olahraga
Live Streaming Real Betis vs Barcelona: Blaugrana Incar Rekor Sempurna di La Liga 2026/27
Link live streaming Real Betis vs Barcelona akan dimulai Sabtu (17/10) pukul 23.30 WIB. Laga ini diprediksi berjalan ketat dan panas.
Soffi Amira - Sabtu, 17 Oktober 2026
Live Streaming Real Betis vs Barcelona: Blaugrana Incar Rekor Sempurna di La Liga 2026/27
Olahraga
Live Streaming Persita vs Persija di BRI Super League 2026/27, Kick-off 19.00 WIB
Link live streaming Persita vs Persija akan dimulai Sabtu (17/10) pukul 19.00 WIB. Laga ini diperkirakan berlangsung panas.
Soffi Amira - Sabtu, 17 Oktober 2026
Live Streaming Persita vs Persija di BRI Super League 2026/27, Kick-off 19.00 WIB
Olahraga
Prediksi Bayern Munchen vs RB Leipzig: Misi Bangkit Die Roten di Bundesliga 2026/27
Prediksi Bayern Munchen vs RB Leipzig patut dinantikan. Die Roten ingin bangkit di Bundesliga 2026/27 usai imbang lawan Viking FK.
Soffi Amira - Sabtu, 17 Oktober 2026
Prediksi Bayern Munchen vs RB Leipzig: Misi Bangkit Die Roten di Bundesliga 2026/27
Olahraga
Prediksi Real Betis vs Barcelona: Misi Lanjutkan Tren Kemenangan di La Liga 2026/27
Prediksi Real Betis vs Barcelona dipastikan bakal menyuguhkan keseruan. Blaugrana ingin melanjutkan tren positifnya di La Liga 2026/27.
Soffi Amira - Sabtu, 17 Oktober 2026
Prediksi Real Betis vs Barcelona: Misi Lanjutkan Tren Kemenangan di La Liga 2026/27
Olahraga
Prediksi Bologna vs Inter Milan: Misi Nerazzurri Bangkit di Serie A 2026/27
Prediksi Bologna vs Inter Milan kemungkinan berlangsung ketat. Nerazzurri ingin bangkit usai kalah di Liga Champions 2026/27.
Soffi Amira - Sabtu, 17 Oktober 2026
Prediksi Bologna vs Inter Milan: Misi Nerazzurri Bangkit di Serie A 2026/27
Olahraga
Prediksi Brentford vs Liverpool: Rekor Kandang The Bees Jadi Ancaman The Reds
Prediksi Brentford vs Liverpool patut dinantikan. The Reds datang dengan misi bangkit di laga tersebut.
Soffi Amira - Sabtu, 17 Oktober 2026
Prediksi Brentford vs Liverpool: Rekor Kandang The Bees Jadi Ancaman The Reds
Olahraga
Prediksi Manchester City vs Ipswich Town: The Citizens Jaga Rekor Sempurna di Premier League 2026/27
Prediksi Manchester City vs Ipswich Town akan berlangsung menarik. The Citizens ingin menjaga rekor sempurna di Premier League 2026/27.
Soffi Amira - Sabtu, 17 Oktober 2026
Prediksi Manchester City vs Ipswich Town: The Citizens Jaga Rekor Sempurna di Premier League 2026/27
Olahraga
Prediksi Persita vs Persija: Macan Kemayoran Diuji Rekor Sempurna di BRI Super League 2026/27
Prediksi Persita vs Persija akan berlangsung ketat. Duel ini mempertemukan dua tim yang belum terkalahkan di BRI Super League 2026/27.
Soffi Amira - Sabtu, 17 Oktober 2026
Prediksi Persita vs Persija: Macan Kemayoran Diuji Rekor Sempurna di BRI Super League 2026/27
Olahraga
Fakta Menarik Real Betis vs Barcelona: 15 Tahun Tanpa Kemenangan di Kandang Sendiri
Real Betis belum pernah menang lawan Barcelona selama 15 tahun di kandang sendiri. Kemenangan terakhir terjadi pada Januari 2011.
Soffi Amira - Jumat, 16 Oktober 2026
Fakta Menarik Real Betis vs Barcelona: 15 Tahun Tanpa Kemenangan di Kandang Sendiri
Bagikan