Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Begadang Jangan Begadang!

P Suryo R - Sabtu, 12 Maret 2022

KESERINGAN begadangpasti membuat seseorang memiliki kualitas tidur yang buruk. Berbesa jika dilakukan hanya sesekali saja tidak timbul masalah. Namun jika terlalu sering, ada banyak sekali dampak kesehatan yang bisa saja terjadi.

Kurang tidur bukanlah hal yang bisa disepelekan begitu saja. Dilansir dari Healthline, normalnya seseorang memiliki waktu tidur selama 7–9 jam per hari. Jika kurang, berikut ini bahaya yang akan muncul.

Baca Juga:

Tidak Bisa Tidur Karena Otak Terasa Penuh? Ikuti 3 Tips Ini

Sulit konsentrasi

tidur
Kurangnya waktu tidur dapat menurunkan kewaspadaan. (Foto: Pixabay/Mustafa_Fahd)

Bahaya bagi tubuh yang pertama adalah akan sulit berkonsentrasi. Memiliki waktu tidur yang cukup dapat bermanfaat bagi proses berpikir dan belajar. Kurangnya waktu tidur dapat menurunkan kewaspadaan, konsentrasi, nalar dan kemampuan memecahkan masalah. Bukan itu saja, kurang tidur juga dapat menurunkan daya ingat seseorang.

Muncul penyakit serius

tidur
Diabetes adalah penyakit yang menjadi momok bagi kesehatan. (Foto: Pixabay/Tumisu)

Begadang menjadi penyebab sejumlah masalah berbahaya bagi tubuh. Beberapa penyakit yang membahayakan tubuh akibat begadang, antara lain:

- Stroke


- Diabetes


- Penyakit jantung


- Serangan jantung


- Gagal jantung


- Peningkatan detak jantung


- Tekanan darah tinggi

Menurunkan gairah seksual

tidur
Terlalu sering begadang dapat menurunkan libido. (Foto: Pixabay/JayMantri)

Bahaya begadang bagi tubuh selanjutnya adalah menurunkan gairah seksual. Terlalu sering begadang dapat menurunkan libido dan menurunkan keinginan untuk melakukan hubungan seksual. Alasannya adalah terlalu banyak energi yang terkuras dan rasa kantuk yang berlebihan. Kondisi ini bukan hanya terjadi pada pria saja, wanita pun memiliki risiko yang sama.

Memicu obesitas

tidur
Terlalu sering begadang memiliki efek yang sama dengan makan terlalu banyak. (Foto: Pexels/SHVETS production)

Terlalu sering begadang memiliki efek yang sama dengan makan terlalu banyak dan jarang berolahraga. Seseorang yang sering melakukannya dapat mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Tidur sendiri baik untuk meningkatkan fungsi dua hormon yang bertanggung jawab dalam mengatur rasa lapar dan kenyang. Jika kurang tidur, maka hormon tersebut akan mengalami penurunan, sehingga tubuh terus-menerus merasa lapar.

Produksi hormon menurun

tidur
Penurunan hormon testosteron dapat memicu kurangnya massa otot. (Foto: Unsplash/Victor Freitas)

Penurunan produksi hormon menjadi bahaya begadang bagi tubuh yang terakhir. Hormon yang dapat mengalami penurunan adalah hormon pertumbuhan hingga testosteron. Saat pria terlalu sering begadang, penurunan hormon testosteron dapat memicu munculnya lemak, kurangnya massa otot, kerapuhan tulang, hingga mudah lelah.

Baca Juga:

Scrolling TikTok Sebelum Tidur Dapat Mempengaruhi Mimpi

Dikutip dari NHS UK, Berikut cara mengurangi kebiasaan begadang yang bisa kamu terapkan.

Komitmen hidup sehat

tidur
Biasakan diri untuk bangun dan tidur pada jam yang sama setiap harinya. (Foto: Unsplash/Emma Simpson)

Biasakan diri untuk bangun dan tidur pada jam yang sama setiap harinya. Pahami jika tubuh kamu perlu jam istirahat yang cukup karena pada jam tertentu, tubuh perlu melakukan regenerasi dan detoksifikasi, dimana kedua hal tersebut bisa terjadi pada saat kamu tidur.

Tidur nyaman

tidur
Buatlah suasana tidur yang nyaman. (Foto: Pexels/Pixabay)

Mengurangi kebiasaan begadang perlu juga dengan membuat suasana tidur yang nyaman. Misalnya, dengan meredupkan atau bahkan mematikan lampu. Kamu juga bisa membersihkan kamar atau rombak suasana kamar untuk menciptakan suasana tidur yang lebih nyaman.

Pola hidup sehat

tidur
Hindari mengonsumsi makanan berat sebelum tidur. (Foto: Pexels/Luna Lovegood)

Berolahraga secara teratur, setidaknya 20 – 30 menit per hari. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, perbanyak konsumsi buah dan sayuran, makan secara teratur, serta tidak mengonsumsi minuman beralkohol. Selain itu, hindari mengonsumsi makanan berat sebelum tidur, namun jangan tidur dengan perut kosong.

Relaksasi tubuh dan pikiran

tidur
Hentikan aktivitas fisik dan juga otak yang sangat berlebihan. (Foto: Pixabay/sweetlouise)

Ketika ingin tidur, kamu perlu merelaksasikan pikiran, meskipun masih banyak tuntutan dari pekerjaan yang belum terselesaikan. Kamu perlu menghentikan sejenak aktivitas fisik dan juga otak yang sangat berlebihan. Hal ini dikarenakan tubuh perlu santai serta rileks agar saraf – saraf pada tubuh tidak menjadi tegang.

Jangan merokok

tidur
Rokok bisa merangsang hormon di saraf otak untuk tidak bisa beristirahat maksimal. (Foto: Unsplash/M Azharul Islam)

Rokok bisa merangsang hormon di saraf otak untuk tidak bisa beristirahat maksimal. Maka, kamu perlu menghilangkan kebiasaan merokok sebelum tidur.

Ayo mulai ubah pola tidurmu, ini membutuhkan komitmen yang kuat untuk mengatasinya. (DGS)

Baca Juga:

Terasa Pegal Ketika Bangun Tidur? Atasi dengan Ini

Baca Artikel Asli